Tasikmalaya, MNP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya menggelar tes tertulis bagi para calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di Kantor DPC PDIP Kota Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme baru penjaringan pemimpin di tingkat kecamatan sesuai hasil keputusan Kongres Partai.
Tercatat sebanyak 57 peserta yang berasal dari 10 PAC di wilayah Kota Tasikmalaya antusias mengikuti tahapan seleksi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, menjelaskan bahwa saat ini terdapat perbedaan signifikan dalam mekanisme penjaringan calon ketua di berbagai tingkatan, mulai dari DPD, DPC, hingga PAC.
“Ini adalah implementasi hasil kongres mengenai mekanisme penjaringan dan penyaringan. Untuk di Kota Tasikmalaya sendiri, tes tertulis ini diikuti oleh 57 peserta dari 10 PAC,” ujar Dodo di sela-sela kegiatan.
Dodo menambahkan bahwa para peserta yang hadir hari ini adalah mereka yang telah terjaring melalui pintu aspirasi di tingkat PAC masing-masing.
Tes tertulis yang dilaksanakan secara serentak se-Jawa Barat ini merupakan tahap awal sebelum memasuki fase krusial berikutnya.
Berbeda dengan ujian pada umumnya, materi tes tertulis kali ini berbentuk esai, bukan pilihan ganda.
Hal ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kapasitas pemikiran para calon pemimpin. Hasil jawaban peserta nantinya akan dibawa ke tingkat DPD untuk dievaluasi oleh tim penilai.
“Penilaian tidak hanya melibatkan staf partai di tingkat DPD, tetapi juga melibatkan tim independen dari kalangan akademisi. Setelah hasil tes keluar, nama-nama peserta akan dikerucutkan menjadi tiga nama per PAC,” jelas Dodo.
Ketiga nama yang lolos tersebut nantinya akan diundang untuk mengikuti tahapan wawancara langsung oleh DPD Partai guna menentukan siapa yang paling layak menakhodai struktural partai di tingkat kecamatan.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan ini, PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya berharap dapat melahirkan kader-kader terbaik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan organisasi.
“Harapannya, melalui berbagai tahapan ini bisa melahirkan pemimpin yang memiliki kompetensi, potensi, semangat kerja, dan integritas. Yang dinilai bukan hanya intelektualitasnya saja, tetapi bagaimana mereka mampu mengelola diri sendiri, organisasi, serta mengayomi orang lain,” pungkas Dodo Rosada.
Langkah ini mempertegas komitmen PDI Perjuangan dalam melakukan penguatan struktural partai melalui sistem yang objektif dan terukur demi menghadapi tantangan politik kedepan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan