GUNUNGSITOLI, MNP – Kursus Match Commissioner yang diselenggarakan oleh Asprov PSSI Sumatera Barat pada tanggal 21-26 Januari 2025 pelaksanaannya telah sukses.
Namun dibalik kesuksesan kegiatan dimaksud muncul kesan kurang baik bagi peserta diluar Provinsi Sumatera Barat yakni peserta dari perwakilan Asprov Aceh, Asprov Sumatera Utara (Gunungsitoli) dan Asprov Kalimantan Tengah.
Fajar salah satu peserta dari Aceh mempertanyakan kepada Panitia surat sertifikat setelah mengikuti kursus tersebut, namun jawaban yang diterima sangat mengecewakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sertifikat yang merupakan sebuah legalisasi kepada setiap peserta sudah lebih 1 tahun berlalu belum juga diterima.

Asprov PSSI Sumatera Barat seperti lari dari tanggung jawab, sementara untuk mengikuti kegiatan tersebut biaya yang kami keluarkan cukup besar dari daerah asal.
“Hasil penilaian dari kursus tersebut kami dinyatakan lulus, namun sampai saat ini belum ada bukti tanda kelulusan yang kami terima,” ungkap Fajar.
Demikian juga salah seorang peserta dari Asprov PSSI Sumatera Utara dari Gunungsitoli Herdin Zebua sangat kecewa dengan kinerja Asprov PSSI Sumatera Barat yang tidak bertanggungjawab atas pelaksanaan kursus tersebut.
“Saya hanya diberi surat keterangan telah mengikuti kursus, bukan sertifikat sebagaimana yang telah diterima oleh peserta dari Sumatera Barat,” kata Herdin.
Dirinya berharap kiranya PSSI Pusat dapat membantu para peserta dari luar daerah agar hal ini dapat segera diselesaikan dan supaya mempertimbangkan kepengurusan Asprov PSSI Sumatera Barat atas kinerja mereka.
Menurutnya, bagaimana sebuah organisasi besar dikelola oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Semoga menjadi pembelajaran bagi peserta luar daerah bila mana ada kegiatan yang diselenggarakan oleh Asprov Sumatera Barat untuk lebih dipertimbangkan lagi,” harapnya.
![]()
Penulis : Herdin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan