Tasikmalaya, MNP – Terminal Tipe A Indihiang di Kota Tasikmalaya sudah lama tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Fenomena tersebut menjadi sorotan Ilham Saeful Rohman Ketua PAC SAPMA Kecamatan Cipedes, Jumat (25/04/2025).
Fasilitas megah yang seharusnya jadi pusat transportasi justru dibiarkan mangkrak dan menjadi saksi bisu dari pembiaran sistematis yang melibatkan banyak pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang lebih menyedihkan: semua ini terjadi di depan mata pemerintah kota, DPRD, dan instansi terkait—tapi tidak ada satu pun yang bertindak tegas. Pertanyaannya: memang tidak mampu, atau memang sengaja dibiarkan?,” kata Ilham.
Setiap hari publik melihat angkutan ngetem di sembarang tempat, terminal bayangan tumbuh di sudut-sudut kota, dan Terminal Indihiang hanya jadi bangunan kosong yang makin rusak.
“Lalu di mana Dinas Perhubungan? Dimana sikap tegas Wali Kota? Dan lebih penting lagi—apa sebenarnya fungsi DPRD jika tidak mampu bersuara untuk kepentingan publik?,” cetusnya.
Ilham menyebut, jangan berdalih karena terminal ini di bawah kewenangan pusat. Karena kalau memang peduli, Pemkot seharusnya melobi, menggugat, bahkan memaksa agar pengelolaan dikembalikan atau difungsikan sebagaimana mestinya.
“Tapi selama ini, yang ada hanya sikap diam dan saling lempar tanggung jawab. Sungguh memalukan!,” bebernya.
Sebagai mahasiswa, Ilham tidak bisa lagi bersikap lunak terhadap kebobrokan ini. Menurutnya, sangat mungkin ada kepentingan-kepentingan yang bermain di balik pembiaran ini
“Ada oknum yang diuntungkan oleh terminal bayangan, hingga pejabat yang terlalu nyaman dalam posisi aman tanpa mau ambil risiko,” tegas Ilham.
Dirinya menyebut, semua pihak ini secara sadar ikut andil dalam memelihara ketertiban palsu di atas kekacauan yang nyatam
Sebagai mahasiswa dan bagian dari warga Kota Tasikmalaya, Ilham sudah muak melihat sikap pasif dan pura-pura tidak tahu dari pemimpin daerah.
“Ini bukan soal proyek, ini soal moral. Jika Wali Kota Viman dan jajarannya tidak punya nyali untuk menertibkan dan menuntut pengaktifan Terminal Indihiang, maka mereka gagal menjalankan amanah rakyat,” cetusnya.
Lanjut Ilham, begitu pula DPRD, jika hanya bisa duduk di ruang rapat tanpa satu pun inisiatif mendorong solusi, maka legitimasi mereka layak dipertanyakan.
Pihak menuntut, hentikan pembiaran, bongkar siapa yang bermain, dan aktifkan kembali fungsi terminal dengan segera.
“Kota ini bukan milik segelintir elite. Kota ini milik rakyat, dan kami tidak akan diam melihat kota ini dikuasai oleh kebusukan yang ditutup-tutupi,” pungkas Ilham.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan