TASIKMALAYA, MNP – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh berbagai kalangan masyarakat dan pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.
Di tengah kondisi tersebut, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah juga menjadi perhatian publik karena dinilai berpengaruh terhadap berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Sejumlah pelaku usaha mengaku kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak langsung terhadap biaya operasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sektor transportasi, distribusi barang, hingga usaha kecil menengah menjadi pihak yang paling merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya bahan bakar.
Kenaikan biaya operasional tersebut dikhawatirkan akan berimbas pada harga barang dan jasa yang pada akhirnya membebani masyarakat sebagai konsumen.
Para pengusaha angkutan dan distribusi menyebut bahwa BBM merupakan salah satu komponen utama dalam operasional sehari-hari.
Ketika harga BBM naik, biaya pengiriman barang ikut meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok apabila berlangsung dalam waktu yang lama.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah mampu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah memperkuat program pengendalian inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau.
Selain persoalan BBM, kebijakan efisiensi anggaran juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah dituntut untuk mengelola anggaran secara lebih efektif dan tepat sasaran di tengah berbagai keterbatasan fiskal.
Efisiensi anggaran dilakukan untuk memastikan penggunaan dana publik dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa mengurangi kualitas pelayanan dasar.
Pengamat kebijakan publik Haryadi menilai efisiensi anggaran merupakan langkah yang wajar dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, Kamis (11/06/2026).
Namun demikian, pelaksanaannya harus dilakukan secara cermat agar tidak menghambat program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi.
Di Kota Tasikmalaya, masyarakat berharap kebijakan penghematan anggaran tidak berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik.
Program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, bantuan sosial, serta pembangunan fasilitas umum diharapkan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan efisiensi anggaran.
Masyarakat perlu mengetahui sektor mana saja yang mengalami pengurangan anggaran dan bagaimana pemerintah memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak merugikan kepentingan publik.
Kondisi kenaikan harga BBM non-subsidi dan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menghadapi situasi tersebut.
Dengan perencanaan yang matang serta kebijakan yang tepat sasaran, Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagai tekanan yang ada.
Pemerintah juga diharapkan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami dan mendapat dukungan dari berbagai pihak demi kemajuan Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Soni/Arrie
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan