Terkait Hama Wereng Batang Coklat, Pemkot Tasikmalaya Harus Tambah Personil POPT

Sabtu, 1 Juni 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Terkait hama Wereng Batang Coklat, Pemerintah Kota Tasikmalaya harus menambah jumlah personel POPT (Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Setelah 2023 di landa elnino, yang mana Petani tidak dapat menggarap lahan pertanian akibat kekeringan.

Problem yang dihadapi para petani saat ini adalah hama Wereng Batang Coklat (WBC, -red) yang mengakibatkan tanaman padi mereka kering.

Serangan hama wereng batang coklat ini menyebabkan padi tidak berisi (hapa, red) sehingga hasil panen mengalami penurunan drastis sampai 50% bahkan ada yg sampai 25-30%, sehingga para petani merugi.

Sedikitnya 65 hektar lahan pertanian di Kota Tasikmalaya mengalami gagal panen akibat serangan WBC ini.

Tatang Sutarman Ketua KMP Suta Nusantara Korda Tasikmalaya beserta jajarannya melakukan konfirmasi ke DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan) terkait solusi dan metoda apa yg di pakai untuk menghadapi serangan WBC ini.

Anisah Kardiyati Kabid Tanaman Pangan Holtikultira dan Perkebunan di dampingi Kabid Ketahanan Pangan Heru Susanto menyampaikan bahwa ada POPT

“POPT merupakan petugas yang langsung mendampingi petani di lapangan dan memiliki tugas dan tanggung jawab terkait perlindungan tanaman pangan di wilayah kerjanya,” kata Anisah, Jumat (31/05/2024).

Dia menjelaskan, perlindungan tanaman pangan yang dimaksud meliputi baik perlindungan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT/Hama dan Penyakit pada tumbuhan,red) serta terhadap ancaman dari dampak perubahan iklim (antisipasi dan mitigasinya).

Akan tetapi lanjut Anisah, hanya ada 6 personel POPT yang ada di Kota Tasikmalaya, sehingga menjadi kendala karena tenaga ini tidak sebanding dengan 69 kelurahan yang ada di 10 Kecamatan Kota Tasikmalaya.

“Idealnya 10 orang untuk mendampingi petani di 10 kecamatan,” pungkasnya.

Hal ini tentu harus menjadi pekerjaan rumah DKP3 dan Walikota untuk lebih memperhatikan masalah ini dengan menambah jumlah personel POPT.

Agar pendampingan petani ke tiap kecamatan bisa merata, dan masalah pertanian bisa di tindak lanjuti dan segera mendapatkan penanganan pengendalian dan penanggulangan hama.

Loading

Penulis : Redaksi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

UNIMEN Tancap Gas! Bidik 26 Lektor Kepala dan 1 Profesor, Mutu Kampus Dipertaruhkan
Tiba di Garut, 10 Korban Selamat Kapal Virgo 8 Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Sekjen Imipas Tinjau Peternakan Lapas Kelas IIA Kendal, Cek Langsung Hasil Telur
Rizal Bawazier Bawa Pesan Persatuan di Tengah Ribuan Jamaah Maulid Akbar Habib Idrus Al Bahr Pekalongan
Kualitas Udara Capai Tingkat Ekstrem, 118 Orang Warga Kecamatan Paku Terpapar ISPA
TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?
Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan
Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:38 WIB

UNIMEN Tancap Gas! Bidik 26 Lektor Kepala dan 1 Profesor, Mutu Kampus Dipertaruhkan

Jumat, 18 September 2026 - 19:23 WIB

Tiba di Garut, 10 Korban Selamat Kapal Virgo 8 Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Jumat, 18 September 2026 - 19:08 WIB

Sekjen Imipas Tinjau Peternakan Lapas Kelas IIA Kendal, Cek Langsung Hasil Telur

Jumat, 18 September 2026 - 19:03 WIB

Rizal Bawazier Bawa Pesan Persatuan di Tengah Ribuan Jamaah Maulid Akbar Habib Idrus Al Bahr Pekalongan

Jumat, 18 September 2026 - 18:34 WIB

Kualitas Udara Capai Tingkat Ekstrem, 118 Orang Warga Kecamatan Paku Terpapar ISPA

Berita Terbaru