DKP3 Kota Tasikmalaya Gelar Pelatihan Budidaya Serealia, Edukasi Poktan Indihiang dan Bungursari 

Rabu, 26 Juni 2024 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) kota Tasikmalaya menggelar Pelatihan Budidaya Serealia yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Indihiang, Rabu (26/06/2024).

Anisha Kardiyati Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura da Perkebunan mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sikap para petani dalam melakukan budidaya Serealia.

“Ilmu itu senantiasa terus berkembang, kemudian masyarakat juga perlu refresh mengenai pengetahuan terkait teknik budidaya terbaru,” jelas Anisha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di kota Tasikmalaya komoditas Serelia unggulan adalah padi, sedangkan untuk jagung dan gandum, meski ada dibeberapa lokasi namun jumlahnya sedikit, tidak seluas komoditas padi.

Menurut Anisha, ketika petani memiliki pengetahuan mereka akan mengaplikasikan ilmu tersebut dari hasil pelatihan ini di lahannya masing masing.

“Dengan demikian, tentu secara berkesinambungan para petani menerapkan secara teknis, maka produksi padi akan meningkat,” ucapnya.

Contohnya lanjut Anisha, teknik terpadu tanam jajar legowo, tapi para petani juga juga harus tahu cara pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk berikut kondisi tanahnya.

“Nantinya jika secara terpadu, benih bagus, pemeliharaan bagus, penanganan baik, otomatis diharapkan produksi padi meningkat signifikan,” harap Anisha.

Pelatihan ini sudah dilakukan DKP3 Kota Tasikmalaya di empat BPP diantaranya Cipedes, Kawalu, Cibeureum dan Indihiang dengan tema pelatihan yang berbeda.

Berdasarkan data DKP3, tahun 2023 lahan pertanian di Kota Tasikmalaya sekitar 5328 hektar dengan produksi padi sekitar 62,57 kwintal per hektar. Untuk tahun ini ditargetkan 63 kwintal per hektar.

“Untuk swasembada pangan, masih belum bisa, namun diharapkan dengan pelatihan ini produksi padi terus bertambah sehingga bisa mengurangi ketergantungan dari daerah lain,” terang Anisha.

Ditempat sama, Koordinator BPP Kec. Indihiang Enok Surtika S.P berharap banyak kepada para petani agar bisa menerapkan hasil pelatihan budidaya Serealia ini dilapangan.

“Di Kecamatan Indihiang terdapat 460 hektar tanah produktif, namun tahun ini ditimpa hama wereng, tapi bisa diintervensi dengan gerakan pengendalian (Gerdal),” ungkapnya.

Sementara itu, Aan Rukiman Ketua Gapoktan Kecamatan Bungursari meminta, pelatihan ini harus ada kesinambungan, bukan hanya seremonial semata.

“Serealia itu kan bibit atau benih, jadi harus betul melaksanakan, jangan dianggap main main,” kata Aan.

Diakuinya, para petani sudah melaksanakan teknologi program tanam legowo yang disarankan, namun petani mengambil inisiatif sementara secara manual.

Aan menegaskan, sebagai KTNA Kecamatan Bungursari, pihaknya memiliki tempat Minapolitan, “Nanti saya akan kolaborasikan, bukan hanya budidaya ikan saja, tapi disana ada holtikultura berikut peternakan,” jelasnya.

Kedepannya terang Aan, di kawasan Minapolitan akan menjadi tempat edukasi masyarakat di Bungursari dengan harapan menjadikan para petani yang bermutu.

“Semoga kedepannya di Minapolitan ada tempat pelatihan, pemasaran hasil, produksi bibit sehingga Minapolitan menjadi pusat percontohan di kota Tasikmalaya,” pungkas Aan.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pengukuhan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Indonesia, Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja
Tunggakan Renovasi Diduga Belum Lunas, Hotel Suminar Garut Ditutup Sementara
H. Wahid: Turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Memasuki Babak Akhir Putaran Pertama
Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 
Sikat Peredaran Obat Keras dan Miras, Pria 23 Tahun Diciduk Polsek Malangbong
Irfan Ramdani: Publik Butuh Transparansi Tim Seleksi, Bukan Penjelasan Mekanisme!
Pasien Kritis Berpindah Empat Rumah Sakit hingga Meninggal, Rantai Pelayanan IGD Dipertanyakan
Musda V Golkar Kota Tasikmalaya Mengerucut, H. Nurul Awalin Jadi Calon Tunggal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:27 WIB

Pengukuhan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Indonesia, Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja

Sabtu, 19 September 2026 - 16:11 WIB

Tunggakan Renovasi Diduga Belum Lunas, Hotel Suminar Garut Ditutup Sementara

Sabtu, 19 September 2026 - 12:59 WIB

H. Wahid: Turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Memasuki Babak Akhir Putaran Pertama

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 

Sabtu, 19 September 2026 - 11:39 WIB

Sikat Peredaran Obat Keras dan Miras, Pria 23 Tahun Diciduk Polsek Malangbong

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:57 WIB