Tasikmalaya, MNP – Sedih, mungkin itulah kata yang terbesit ketika melihat kondisi SD Negeri Pasirsalam yang terletak di Kp Pasirsalam Desa Sukahurip Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat.
Bagaimana tidak sedih, lembaga pendidikan ini terkesan terisolasi karena sarana prasarana yang tidak memadai, bahkan akses jalan menuju ke sekolah sangat memprihatikan.
Dampaknya, SD Negeri Pasirsalam ini kurang diminati masyarakat sekitar, bahkan terkesan enggan orang tua murid memasukan anaknya ke sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun pelajaran sekarang saja, SD Negeri Pasirsalam harus mengelus dada karena hanya ada tiga orang murid yang daftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru.
Hal itu dibenarkan Jaja Suryaman Kepala SD Negeri Pasirsalam saat ditemui wartawan MNPotret di ruang kerjanya, Kamis (29/08/2024).
“Ya, tahun pelajaran sekarang, hanya ada tiga murid yang masuk SD Negeri Pasirsalam, karena sedikit, ruangan belajar digabung dengan kelas II,” jelas Jaja Suryaman.
Menurutnya, banyak kendala bagi SD Negeri Pasirsalam untuk memiliki banyak peserta didik. Pasalnya, selain penduduk sekitar hanya beberapa kampung, juga karena infrastruktur jalan yang kurang baik.
“Tadinya, murid yang masuk ke SD Negeri Pasirsalam dari warga Cikanyere Girang, Desa Nagrog, namun mereka kini berpindah menyekolahkan anaknya ke SD Negeri Cileungsir, karena lebih dekat,” jelasnya.
Jaja Suryaman menyebut, kondisi tersebut karena beberapa faktor, diantaranya akses jalan yang buruk, ditambah jarak pemukiman warga negara sekolah yang lumayan jauh.
“Akses jalan dari Cilubang tidak bisa naik, karena terjal, otomatis warga mungkin malas dan enggan menitipkan anaknya untuk sekolah di SD Negeri Pasirsalam,” ungkap Jaja Suryaman.
Dirinya pun sudah konsultasi dengan kepala dusun, komite meminta untuk pembuatan jalan, minimal dari Cikanyere Girang ke sekolah bisa dilalui dengan motor dan dari Cilubang juga bisa dilalui motor.
“Ya, sehingga kalau akses jalannya cukup bagus, insya allah muridnya akan bertambah,” harap Jaja Suryaman.
Tak hanya itu, tiga lokal SD Negeri Pasirsalam tidak bisa dipakai, sehingga perlu perhatian serius dari Pemerintah.
“Sekarang juga tiga lokal kelas tidak bisa dipakai karena atapnya sudah bocor dan yang parah paling tidak ada perhatian dari pemerintah untuk pembangunan sekolah,” pungkas Jaja Suryaman.
![]()
Penulis : Aep/Reni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan