Jadi Kebanggaan Masyarakat, SMKN Puspahiang Butuh Perhatian Pemerintah

Selasa, 4 Februari 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Masyarakat terlihat bangga dan sangat mendukung dengan eksistensi SMKN Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya.

Hal itu lantaran lembaga pendidikan kejuruan ini memang satu satunya yang berstatus negeri di daerah tersebut.

Sehingga tidak heran, orang tua murid ketika anaknya lulus SMP langsung melanjutkan ke SMKN Puspahiang.

Meskipun, yang menjadi kendala adalah letak geografis yang lumayan jauh dan terhambat oleh alat transportasi untuk kendaraan umum.

Hal tersebut di sampaikan oleh itu pihak sekolah SMKN Puspahiang melalui Plt Wakasek Andri Rismayatna kepada MNP, Selasa (04/02/2025).

Andri berharap pemerintah bisa membantu untuk pembangunan ruang kelas baru dan fasilitas lainnya, pasalnya semakin tahun jumlah siswa terus meningkat, bahkan jumlah siswa sekarang kurang lebih 636 siswa dari 24 kelas.

“SMKN Puspahiang Kab. Tasikmalaya masih masih kekurangan ruang kelas, apalagi menjelang Penerimaan Siswa Baru, diprediksi akan makin bertambah siswa yang akan mendaftar,” kata Andri.

Pihaknya berharap adanya bantuan fasilitas sarana prasarana, terutama ruang kelas, karena selama ini ruang guru pun masih menyatu dengan ruangan kelas di sini.

“Padahal kita ketahui, ruang kelas merupakan penunjang buat kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat anak anak didik kami,” tuturnya.

SMKN Puspahiang memiliki empat Jurusan yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) Pertanian, Teknik Komputer, Teknik Speda Motor dan Administrasi Perkantoran.

Namun, saat ini SMKN Puspahiang masih terkendala dengan peralatan praktik dari semua jurusan, terkecuali mungkin untuk yang pertanian sudah memadai, sisanya masih butuh perhatian pemerintah.

Terkait Program Indonesia Pintar (PIP), sedikitnya 120 siswa SMKN Puspahiang menerima bantuan tersebut.

“Kami berharap kedepannya pemerintah menambah kuota program PIP di SMKN Puspahiang,” pungkas Andri.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kajian Kitab Bulanan CV Assalam Family: Manisnya Ilmu Agama, Hangatnya Berbagi Sesama
Resmi Dibuka, TMMD ke-129 Fokus Bangun Desa Parungponteng Tasikmalaya
Fenomena Situ Gede di Musim Kemarau, Hamparan ‘Karpet Hijau’ Jadi Wisata Dadakan
Polisi Diminta Dalami Dugaan Aktivitas Galian C Ilegal di Balik Kebakaran Hutan Bukit Condong Inhil
Tembok Lapas Bukan Penghalang: Warga Binaan Kendal Ukir Jejak Pengabdian
Viral di Medsos, Gadis Asal Bantarbolang Pemalang Kini Didampingi Unit PPA
Ada Payung Alami di Pemalang, Tempat Warga Ngadem saat Cuaca Panas
Naik Perahu Demi Edukasi, Polisi Bekali Pelajar Pulau Sebesi Lawan Narkoba dan Bullying

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:43 WIB

Kajian Kitab Bulanan CV Assalam Family: Manisnya Ilmu Agama, Hangatnya Berbagi Sesama

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:04 WIB

Resmi Dibuka, TMMD ke-129 Fokus Bangun Desa Parungponteng Tasikmalaya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:46 WIB

Fenomena Situ Gede di Musim Kemarau, Hamparan ‘Karpet Hijau’ Jadi Wisata Dadakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:15 WIB

Polisi Diminta Dalami Dugaan Aktivitas Galian C Ilegal di Balik Kebakaran Hutan Bukit Condong Inhil

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tembok Lapas Bukan Penghalang: Warga Binaan Kendal Ukir Jejak Pengabdian

Berita Terbaru

Berita terbaru

Resmi Dibuka, TMMD ke-129 Fokus Bangun Desa Parungponteng Tasikmalaya

Sabtu, 18 Jul 2026 - 20:04 WIB