GOWA, MNP — Medali perak kini bertengger di leher Al Fariz S. Siswa SMPN 3 Alla asal Kalosi, Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, itu menaklukkan lintasan 25 meter Kolam Renang Dewi Sri Gowa pada 22-23 Juni 2026.
Di ajang “Gowa Cup II” yang mempertemukan perenang terbaik se-Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur, Al Fariz S finish di posisi kedua. Satu tarikan tangan, satu kali balik, dan satu nama Enrekang terukir di papan juara.
Di balik medali itu ada Kolam Renang Lasaran yang sederhana. Tempat Al Fariz S ditempa setiap hari oleh Pelatih Sulkiply Umar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa fasilitas megah, tanpa gemerlap kota. Hanya ada disiplin, air, dan mimpi besar anak Kalosi yang menolak menyerah. Dari kolam kampung, ia berenang melawan ratusan atlet binaan klub profesional. Dan ia menang.
Ini bukan soal juara 2. Ini tentang pesan: keterbatasan bukan penghalang. Saat anak-anak kota berlatih di kolam standar nasional, Al Fariz S membuktikan air Lasaran cukup untuk melahirkan mental juara.
Medali peraknya adalah tamparan lembut untuk siapa saja yang meremehkan potensi daerah. Enrekang punya bibit emas, tinggal disiram dengan kepercayaan.
Hari ini Al Fariz S pulang ke Alla membawa perak. Besok, ia membawa harapan. Harapan bahwa dari SMPN 3 Alla akan lahir lebih banyak juara.
Dari Kolam Lasaran akan lahir atlet yang go nasional. Karena juara sejati tidak lahir dari fasilitas, tapi dari hati yang tak kenal kata “tidak bisa”. Selamat Al Fariz S, Enrekang bangga padamu.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan