TASIKMALAYA, MNP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya berencana mengembangkan dan menambah Markas Komando (Mako) pemadam kebakaran secara bertahap.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat luas wilayah Kota Tasikmalaya serta kebutuhan respons cepat terhadap kejadian kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, S.T., M.Si., mengatakan saat ini Kota Tasikmalaya baru memiliki satu Mako Damkar yang berada di Jalan Juanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rencana BPBD saat ini ingin mengembangkan Mako secara bertahap, mengingat kota kita besar dan luas. Saat ini memang baru satu Mako, tetapi ke depan kami menginginkan adanya penambahan, termasuk prasarana yang mendukung,” ujar Budi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keterbatasan jumlah Mako menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat penanganan kebakaran, terlebih pada jam-jam sibuk ketika kepadatan lalu lintas dapat menghambat perjalanan armada meskipun sirene telah dibunyikan.
Budi menyebut sejumlah kawasan yang membutuhkan perhatian lebih, antara lain Bandara, kawasan Pertamina, dan lingkungan kampus, karena memiliki aktivitas dan potensi risiko yang perlu mendapat pendekatan penanganan secara cepat.
“Kita memang menginginkan yang terbaik. Dengan luas wilayah kota, ke depan pembagian Mako akan disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.
Dari sisi dukungan armada, BPBD saat ini memiliki dua unit tangki water supply, ditambah satu tangki pada unit pemadam kebakaran.
Dukungan juga dapat diperkuat melalui sinergi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, yang posisinya berada di wilayah Kota Tasikmalaya sehingga dapat membantu merespons kejadian kebakaran di sejumlah kawasan.
610 Kejadian Ditangani hingga Juli
Sementara itu, berdasarkan data Monitoring Laporan Kebakaran dan Nonkebakaran BPBD Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tasikmalaya periode 1 Januari–31 Juli 2026, tercatat 610 kejadian yang ditangani.
Dari jumlah tersebut, 68 merupakan kejadian kebakaran, sedangkan 542 lainnya merupakan kejadian nonkebakaran. Pada kategori kebakaran, tercatat 37 kasus bangunan, 5 kasus fasilitas umum/fasilitas sosial, 6 kasus kendaraan, dan 19 kasus hutan/lahan.
Data tersebut memperkuat kebutuhan peningkatan sarana, prasarana, serta pemerataan titik layanan pemadam kebakaran agar waktu respons terhadap kejadian darurat dapat semakin cepat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan