MAKASSAR, MNP — Ruang tamu Kantor PWI Sulawesi Selatan di Jalan Macini mendadak terasa istimewa, Rabu 24 Juni 2026.
Kedatangan Hendrayana, S.H., M.H., Tenaga Ahli Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, disambut langsung Ketua PWI Sulsel Terpilih Suwardi Thahir (ST) beserta jajaran pengurus dan wartawan senior.
Obrolan mengalir santai, penuh keakraban. Tapi di balik suasana hangat itu, terselip pesan serius yang langsung menohok pemilik media di Sulsel: tertibkan administrasi, atau hadapi risiko hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan itu disampaikan Hendrayana tanpa basa-basi. Di hadapan Suwardi Thahir, Ronald Ngantung, Haluddin, Abdullah Rattingan, dan pengurus IKWI Sulsel.
Ia mengingatkan bahwa banyak media tersandung masalah bukan karena pemberitaan, tapi karena administrasi perusahaan yang berantakan.
“Saya berpesan kepada rekan-rekan yang memiliki perusahaan media agar memperhatikan administrasinya dengan baik dan lebih tertib, sehingga dapat menghindari berbagai permasalahan hukum,” tegas Hendrayana.
Peringatan dari Dewan Pers ini jadi alarm awal bagi perusahaan media yang masih menganggap berkas dan legalitas sebagai “urusan belakangan”.
Suwardi Thahir, yang akan memimpin PWI Sulsel periode 2026-2031, menyambut baik pesan tersebut. Meski pelantikan belum digelar, kunjungan Hendrayana ia anggap sebagai silaturahmi berharga sekaligus modal awal menjalankan amanah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Hendrayana mampir ke kantor kami. Kami akan bekerja sesuai visi dan misi yang telah kami sampaikan saat mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua PWI Sulsel,” kata ST.
Artinya, era kepemimpinan baru PWI Sulsel akan dimulai dengan komitmen: memperkuat organisasi dari dalam, termasuk memastikan anggotanya punya media yang sehat secara hukum.
Kunjungan ini lebih dari sekadar foto bersama. Hendrayana sendiri memuji Kantor PWI Sulsel yang “cukup besar dan bagus”, tapi yang lebih penting adalah jembatan komunikasi yang terbangun antara Dewan Pers dan insan pers daerah.
Dengan pesan “tertib administrasi” sebagai pembuka, Suwardi Thahir mendapat PR sekaligus bekal. PR untuk merapikan barisan media anggota, dan bekal berupa dukungan langsung dari Dewan Pers.
Jika dijalankan, maka PWI Sulsel tidak hanya akan jadi rumah wartawan, tapi juga benteng terakhir bagi media yang profesional dan taat hukum.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan