Sorotan Tajam Menu MBG, Wali Murid Pardasuka Protes Kualitas, Ditemukan Pisang Busuk

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, MNP – Sejumlah wali murid di Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mempertanyakan kualitas dan kesesuaian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG 1 Yayasan Asoofaati Kalianda.

Program MBG sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah.

Kekecewaan wali murid memuncak setelah ditemukan menu yang dinilai tidak layak konsumsi. Beberapa siswa dilaporkan menerima pisang busuk, bahkan ada yang mendapatkan pisang mentah.

“Anak kami pernah dapat pisang yang sudah busuk. Teman anak saya juga dapat pisang mentah. Kalau sampai keracunan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah seorang wali murid dengan nada geram, Jumat (27/02).

Menurut para wali murid, selain kualitas yang dipertanyakan, jumlah dan komposisi menu juga dinilai tidak sesuai dengan standar yang mereka pahami dari program MBG. Mereka khawatir, jika pengawasan tidak diperketat, kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan siswa.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Camat Katibung membenarkan adanya keluhan tersebut.

Ia menyatakan pihak kecamatan telah melakukan monitoring bersama puskesmas dan kepolisian sektor setempat.

“Dapur tersebut sudah kami monitoring bersama puskes dan polsek. Sudah diberi masukan terkait IPAL, kebersihan dan kualitas makanan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, sebelumnya dapur belum memiliki Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) dan limbah langsung dibuang ke sungai. Setelah diberikan masukan, pihak dapur akhirnya membangun IPAL.

Terkait kualitas makanan, camat menegaskan bahwa ahli gizi yang lebih berwenang menjelaskan aspek teknis. Ia menyebut, imbauan untuk peningkatan kualitas makanan sudah sering disampaikan.

“Yang dikeluhkan wali murid soal MBG yang tidak sesuai dengan perhitungan mereka. Pernah kami mediasi antara dapur dan wali murid. Hasilnya, masing-masing pihak punya perhitungan. Namun setelah diberi saran, dapur berjanji meningkatkan kualitas dan kuantitas,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait pemberitaan yang telah terbit dan hasil pertemuan antara pihak dapur dan wali murid, pihak dapur Putri SPPG 1 Katibung Yayasan Asoofaati belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Minimnya respons dari pihak pengelola dapur menambah tanda tanya publik mengenai pengawasan dan standar operasional program MBG di tingkat pelaksana.

Program MBG yang digagas melalui Badan Gizi Nasional sejatinya menjadi harapan besar dalam upaya pemenuhan gizi anak sekolah.

Namun, jika kualitas makanan tidak terjaga dan keluhan wali murid terus berulang, kepercayaan masyarakat terhadap program ini bisa tergerus.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan monitoring administratif, tetapi juga memastikan pengawasan kualitas bahan pangan, standar kebersihan, serta kesesuaian porsi benar-benar dijalankan sesuai ketentuan.  Sebab, menyangkut makanan anak-anak, kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada risiko kesehatan yang serius.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?
“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat
SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan
Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji
Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok
Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
PPK Cetak Sawah Sulsel di Luwi Utara Tetap Bungkam! Ada Apa di Balik Anggaran Rp11 Juta Per Hektare?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:25 WIB

SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok

Berita Terbaru

Berita terbaru

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Okt 2026 - 14:54 WIB