Orang Tua Murid Soroti Dapur MBG Desa Padasuka, Empat Hari Menu Diganti Snack 

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menjadi sorotan publik.

Pasalnya, selama empat hari berturut-turut, yakni Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu, menu MBG diduga diganti dengan makanan ringan (snack), bukan makanan pokok bergizi sebagaimana tujuan utama program nasional tersebut.

Fakta ini terungkap setelah awak media melakukan penelusuran langsung ke dapur MBG setempat.

Saat dikonfirmasi, pihak dapur MBG berinisial RN membenarkan bahwa menu MBG memang diganti dengan snack selama empat hari tersebut. Menurut RN, penyajian nasi hanya dilakukan pada hari Senin dan Kamis.

“Iya benar, selama empat hari diganti dengan makanan kering. Hari Senin dan Kamis baru nasi. Untuk MBG ini kan punya kebijakan masing-masing, mau makan nasi atau makanan kering itu sama saja yang penting nilainya sama, Pak. Saya juga mengajar di sekolah di Bandar Lampung, di sana juga sudah memakai makanan kering,” ujar RN kepada awak media.

RN juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG tersebut, menurutnya, sudah sesuai dengan ketentuan anggaran untuk anak TK sebesar Rp8.000 per siswa, meskipun pelaksanaannya juga menyasar sekolah dasar.

Namun, kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan serius. Saat awak media mendatangi salah satu sekolah penerima MBG, yakni SDIT, ditemukan bahwa paket MBG yang dibagikan kepada siswa berupa makanan ringan, antara lain Susu Indomilk kecil sebanyak 4 kotak, Telur mentah 2 butir, 1 buah apel, 1 buah jeruk manis, 1 bungkus kecil roti gandum dan 1 bungkus roti selai susu.

Ironisnya, paket snack tersebut disebut-sebut diperuntukkan untuk konsumsi selama empat hari, bukan disajikan secara harian sebagaimana semangat program MBG.

Temuan ini menuai reaksi keras dari orang tua murid. Salah satu wali murid SDIT yang dikonfirmasi awak media mempertanyakan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Ini jelas SD, bukan TK. Tapi kenapa paket MBG-nya sama seperti TK? Apalagi ini untuk empat hari. Apakah ini sudah sesuai dengan anjuran Presiden?” ungkapnya.

Ia menilai bahwa paket MBG berupa snack tersebut tidak mencerminkan makanan bergizi seimbang yang seharusnya diterima anak usia sekolah dasar setiap hari.

Menurutnya, MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi program strategis untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan generasi penerus bangsa.

Perlu diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah diluncurkan secara nasional, bukan sekadar imbauan atau kebijakan opsional. Presiden secara tegas mendorong percepatan dan keseriusan pelaksanaan MBG di seluruh daerah.

Saat ini, pemerintah pusat juga tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mengatur secara rinci tata kelola MBG, termasuk standar makanan bergizi, mekanisme pelaksanaan di lapangan, serta pengawasan, agar program ini tidak dapat diubah atau ditafsirkan secara sepihak oleh pihak mana pun.

Menutup keterangannya, wali murid tersebut berharap agar pemerintah daerah, dinas terkait, serta pengawas program MBG segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan penindakan jika ditemukan penyimpangan.

“Saya mohon kepada pihak pemerintah agar bisa mengambil tindakan sesuai aturan Presiden yang berlaku. Jangan sampai program prioritas Presiden ini menyimpang di lapangan dan merugikan anak-anak,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai pengawasan dan evaluasi pelaksanaan MBG di Desa Pardasuka.

Awak media akan terus melakukan penelusuran lanjutan demi memastikan program nasional ini berjalan sesuai dengan tujuan dan amanat Presiden.

Loading

Berita Terkait

Musrenbangdes Rawa Sekip Tahun 2027: Empat Prioritas Pembangunan Disusulkan
Buntut Video Ketua MUI Kota Tasik, Tuntutan Penutupan Kings Family Karaoke Minta Diuji Transparan
Kunjungi Koramil Rajapolah, Ini Pesan Dandim 0612/Tasikmalaya
Dindikpora Pemalang Bergerak! Perlindungan Anak Diperkuat, Sekolah Harus Aman Tanpa Bullying 
Soal Peredaran Miras di Cilodong, Praktisi Hukum: Satpol PP Depok Jangan Tunggu Viral Baru Tindak
Efektifkan Dana Bantuan Keuangan Khusus, TPK Bersama Warga Desa Neglasari Bangun Jalan Lingkungan
Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Pembinaan di SMPN 2 Kadipaten
Asap Kabut Pekat, Puskesmas, Polsek dan Kecamatan Kuala Cenaku Bagikan Masker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Musrenbangdes Rawa Sekip Tahun 2027: Empat Prioritas Pembangunan Disusulkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Buntut Video Ketua MUI Kota Tasik, Tuntutan Penutupan Kings Family Karaoke Minta Diuji Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Kunjungi Koramil Rajapolah, Ini Pesan Dandim 0612/Tasikmalaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Dindikpora Pemalang Bergerak! Perlindungan Anak Diperkuat, Sekolah Harus Aman Tanpa Bullying 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Soal Peredaran Miras di Cilodong, Praktisi Hukum: Satpol PP Depok Jangan Tunggu Viral Baru Tindak

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kunjungi Koramil Rajapolah, Ini Pesan Dandim 0612/Tasikmalaya

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:08 WIB