Setelah Viral Dugaan Proyek Fiktif, Rumput di Lokasi Badampu–Bantayum Mendadak Layu, Ada Apa?

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim investigasi MNP akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan menghadirkan fakta-fakta terbaru kepada publik.

Tim investigasi MNP akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan menghadirkan fakta-fakta terbaru kepada publik.

BARITO TIMUR, MNP – Polemik dugaan proyek fiktif peningkatan Jalan Usaha Tani Badampu dan Jalan Inspeksi Pertanian Bantayum terus menjadi perhatian publik.

Setelah ramai diberitakan berbagai media dan menjadi perbincangan masyarakat, tim investigasi MNP kembali melakukan penelusuran langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi terbaru proyek yang menjadi sorotan tersebut.

Informasi awal diperoleh dari sejumlah warga Desa Pangkan yang menyebut bahwa area proyek yang sebelumnya dipenuhi rumput liar dan semak belukar kini telah dilakukan penyemprotan herbisida atau yang dikenal masyarakat dengan istilah “roundup”.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim investigasi, Kamis 18 Juni 2025 ,kembali mendatangi kedua lokasi yang selama ini dipersoalkan.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan perubahan kondisi yang cukup mencolok dibandingkan saat dokumentasi sebelumnya dilakukan.

Jika sebelumnya rumput liar tumbuh subur dan menutupi sebagian besar badan jalan yang diklaim sebagai hasil pekerjaan proyek, kini vegetasi tersebut terlihat layu dan mengering.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat mengenai waktu dan alasan pembersihan dilakukan setelah persoalan proyek mencuat ke publik.

Menariknya, setelah semak dan rumput mulai mengering, mulai terlihat material batu yang sebelumnya tertutup vegetasi. Di sejumlah titik tampak hamparan material yang oleh pihak tertentu disebut sebagai lapisan pengerasan jalan.

Namun di sisi lain, sebagian warga menilai material tersebut lebih menyerupai batu belah atau telford dibandingkan lapisan base course sebagaimana yang pernah disampaikan dalam penjelasan sebelumnya.

Perbedaan persepsi inilah yang kemudian menjadi salah satu pokok perdebatan antara masyarakat dan pihak terkait saat dilakukan pengecekan lapangan beberapa waktu lalu.

Masyarakat mempertanyakan mengapa jika pekerjaan benar telah selesai dan sesuai spesifikasi, kondisi jalan justru sempat ditumbuhi rumput dan semak yang cukup tinggi.

Sebaliknya, pihak terkait sebelumnya menyebut bahwa keberadaan material di lokasi menjadi bukti bahwa pekerjaan memang ada dan telah dilaksanakan.

Tim investigasi MNP menilai bahwa pembersihan area proyek pasca mencuatnya pemberitaan belum otomatis menjawab seluruh pertanyaan publik.

Justru setelah rumput mengering dan area terbuka, muncul kebutuhan untuk dilakukan pemeriksaan teknis yang lebih mendalam guna memastikan volume pekerjaan, jenis material yang digunakan, serta kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis proyek.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang, aparat pengakuan hukum terkait kondisi sebenarnya proyek peningkatan Jalan Usaha Tani Badampu dan Jalan Inspeksi Pertanian Bantayum.

Transparansi dan pemeriksaan menyeluruh dinilai penting agar polemik yang berkembang tidak hanya berhenti pada perdebatan antara “ada” dan “tidaknya” pekerjaan, melainkan dapat dibuktikan berdasarkan data, dokumen, dan fakta teknis di lapangan.

Loading

Penulis : Tim Investigasi Yulius Yartono/Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

PT ISA Diduga Garap Lahan di Luar HGU: 117 SHM Pinjam Nama Terungkap, DPRD Bartim Didesak Bentuk Pansus
BUNGKAM: Pos Lapor Bupati Enrekang Hilang Tanpa Penjelasan Soal Data dan Anggaran
Menuju Tasik Hejo, Moka Sukapura Tanam Pohon Buah di Objek Wisata Galunggung
Situ Gede Kering Parah, Aktivitas Tambang Galian C Diduga Jadi Pemicu
Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Tani MAKMUR JAYA 02 Rajapolah Resmi Berdiri
Kapolsek Dusun Tengah Pimpin Langsung Ground Check Titik Hotspot di Kecamatan Paku
Ampera AY Mebas: Provinsi Kalteng Alokasikan Rp10 Miliar untuk Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping
Petani dan Warga Pakpak Bharat Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait X Star Subsidi BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:50 WIB

PT ISA Diduga Garap Lahan di Luar HGU: 117 SHM Pinjam Nama Terungkap, DPRD Bartim Didesak Bentuk Pansus

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:34 WIB

BUNGKAM: Pos Lapor Bupati Enrekang Hilang Tanpa Penjelasan Soal Data dan Anggaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Menuju Tasik Hejo, Moka Sukapura Tanam Pohon Buah di Objek Wisata Galunggung

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Situ Gede Kering Parah, Aktivitas Tambang Galian C Diduga Jadi Pemicu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Tani MAKMUR JAYA 02 Rajapolah Resmi Berdiri

Berita Terbaru

Berita terbaru

Situ Gede Kering Parah, Aktivitas Tambang Galian C Diduga Jadi Pemicu

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:24 WIB