TASIKMALAYA, MNP — Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan budidaya ikan lele sistem bioflok.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang ekonomi produktif di lingkungan masyarakat.
Program yang dilaksanakan di wilayah RW 010 Kelurahan Bantarsari tersebut mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga memperkenalkan praktik budidaya ikan lele menggunakan media kolam terpal dengan sistem bioflok.
Ketua Pokmas Kelurahan Bantarsari, Tatang Supriadi, mengatakan program pemberdayaan tersebut diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga di lingkungan RW 010.
“Alhamdulillah, dengan adanya pemberdayaan masyarakat di lingkungan RW 010 ini bisa bermanfaat. Kami berharap masyarakat bisa menghasilkan ikan lele yang berkualitas dan hasilnya juga dapat memberikan manfaat secara ekonomi,” ujar Tatang, Jumat (25/09/2026).
Menurutnya, keberadaan program pemberdayaan masyarakat seharusnya tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan.
Setelah mendapatkan pengetahuan dan fasilitas awal, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri sehingga dapat menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan.
Budidaya lele dengan sistem bioflok menjadi salah satu alternatif karena dapat dilakukan pada lahan yang relatif terbatas.
Selain menghasilkan ikan untuk konsumsi, apabila dikelola secara serius, hasil budidaya juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Camat Bungursari Kota Tasikmalaya, Sodik Sunandi, menegaskan bahwa pemberdayaan budidaya ikan lele merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Ia mengingatkan agar kegiatan pemberdayaan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial yang selesai setelah pelatihan berakhir.
“Pemberdayaan budidaya ikan lele merupakan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Tentunya bukan hanya kegiatan seremonial,” kata Sodik.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan dapat dilihat dari sejauh mana masyarakat mampu memanfaatkan pelatihan dan fasilitas yang diberikan untuk menghasilkan kegiatan produktif.
Karena itu, diperlukan pengelolaan yang konsisten, mulai dari pemeliharaan ikan, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga proses panen dan pemasaran.
Dengan demikian, program yang menggunakan anggaran pemberdayaan masyarakat tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi warga.
Kegiatan di Bantarsari juga diharapkan menjadi contoh bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat diarahkan pada kegiatan yang memiliki hasil dan manfaat langsung.
Tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lingkungan.
Dengan adanya sinergi antara Pokmas, pemerintah kelurahan, kecamatan dan masyarakat, budidaya lele bioflok di RW 010 diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan ikan berkualitas sekaligus menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan bagi warga.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan