Retak di Lingkaran Elite? Isu Diskomunikasi Viman-Diky Chandra Guncang Internal Pemkot Tasikmalaya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Aroma ketegangan internal di tubuh Pemerintah Kota Tasikmalaya kian menjadi sorotan publik.

Isu ini mencuat setelah muncul indikasi kuat adanya gangguan komunikasi di lingkaran elite pemerintahan daerah yang melibatkan Wakil Wali Kota dan unsur staf strategis di sekitar pimpinan daerah.

Dinamika tersebut memunculkan spekulasi mengenai soliditas kepemimpinan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Sejumlah sumber internal menyebut, persoalan yang terjadi tidak berdiri sebagai konflik personal semata, melainkan berkaitan dengan pola alur komunikasi birokrasi yang dinilai tidak berjalan optimal.

Ketegangan disebut muncul akibat informasi penting yang tidak tersampaikan secara utuh kepada unsur pimpinan, sehingga berpotensi memicu kesalahpahaman dalam pengambilan sikap kebijakan maupun pengaturan agenda kerja pemerintahan.

Dalam konteks politik pemerintahan daerah, relasi kerja antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat ditentukan oleh kekuatan komunikasi dan koordinasi internal.

Ketika jalur komunikasi tersumbat atau tidak berjalan seimbang, potensi friksi akan semakin besar. Kondisi inilah yang disebut-sebut tengah dirasakan dalam dinamika kepemimpinan antara Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Chandra.

Meski isu ini berkembang luas, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak wali kota yang secara tegas mengonfirmasi adanya konflik terbuka di level pimpinan daerah.

Situasi yang terjadi masih dipahami sebagai dinamika komunikasi internal yang membutuhkan pembenahan sistem koordinasi birokrasi agar tidak berlarut-larut dan berdampak lebih luas.

Perkembangan tersebut turut menarik perhatian kalangan legislatif. Sejumlah anggota DPRD Kota Tasikmalaya disebut memantau dinamika internal eksekutif karena dinilai dapat berpengaruh terhadap efektivitas pembahasan kebijakan, penganggaran, serta jalannya program pembangunan daerah.

Menanggapi kondisi itu, jajaran DPC PWRI Kota Tasikmalaya memberikan respons.

Wakil Ketua I DPC PWRI Kota Tasikmalaya, Arie Haryadi, menegaskan bahwa dinamika internal pemerintahan daerah harus disikapi secara dewasa, profesional, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Perbedaan pandangan dalam pemerintahan adalah hal yang wajar,” kata Arie, Sabtu (14/02/2026).

Namun yang terpenting, komunikasi harus tetap berjalan sehat dan profesional agar tidak berdampak pada pelayanan publik,” ujar Arie dalam pernyataannya, Sabtu 14/02/2026.

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh menjadi korban dari persoalan komunikasi di lingkaran elite pemerintahan.

Arie juga mengingatkan bahwa stabilitas komunikasi internal sangat berpengaruh terhadap kepercayaan publik.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menunjukkan soliditas dan kedewasaan dalam mengelola dinamika internal, terlebih Kota Tasikmalaya dikenal memiliki dinamika sosial politik yang cukup aktif.

Ia mendorong agar seluruh unsur pimpinan daerah segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem komunikasi organisasi.

“Momentum ini seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, bukan justru menjadi polemik berkepanjangan di ruang publik,” tambahnya.

Hingga kini, perkembangan situasi tersebut masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Publik berharap dinamika internal ini dapat segera diselesaikan secara internal dan profesional, sehingga roda pemerintahan di Tasikmalaya tetap berjalan stabil dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Diketahui, ramai dalam pemberitaan di media online, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra terlihat mendadak tegang saat diwawancarai sejumlah wartawan usai pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Tasikmalaya Series Beraksi Championship 2026 di GOR Mayasari, Jumat (13/02).

Diky Chandra, yang secara terbuka membongkar buruknya pola komunikasi internal di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Kemarahan Diky Chandra berawal dari ketidakteraturan agenda kerja yang disampaikan oleh ajudan Walikota Tasikmalaya.

Ia mengaku baru mengetahui adanya jadwal kehadirannya di sebuah acara pada pagi hari, padahal masyarakat setempat dikabarkan sudah menunggu kehadirannya sejak pukul 08.00 WIB hari sebelumnya.

“Hari ini agak kecewa, karena saya tiba-tiba dapat informasi katanya dari ajudan Pak Wali bahwa saya bisa datang hari ini ke acara yang lain. Saya enggak mungkinlah, badan saya cuma satu,” ujar Diky dengan nada kesal kepada awak media.

Diky menekankan bahwa sistem komunikasi yang salah ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung pada kredibilitas pimpinan daerah di mata publik.

“Akhirnya merugikan nama baik saya dan yang lainnya. Karena pasti masyarakat cuma di-PHP (diberi harapan palsu), dan itu tidak bisa dong,” tegasnya.

Ketegangan ini muncul di saat Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tengah menjalani masa pemulihan akibat sakit tipes atau demam tifoid.

Ketiadaan koordinasi yang matang antara staf pimpinan dan wakil kepala daerah dinilai memperkeruh suasana kerja di Pemkot Tasikmalaya.

Saking kesalnya dengan koordinasi yang dinilai tidak profesional, Diky Chandra secara terang-terangan mempersilakan publik mengetahui kondisinya yang sedang emosi.

“Saya enggak ada urusan, kalaupun harus bagaimana, hari ini saya mau jalan dulu. Saya harus tegur apa, mau gimana terserah deh. Enggak apa-apa, sebutin aja Diky Chandra keur ngamuk (sedang mengamuk)!,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, insiden “ledakan” kemarahan Wakil Walikota ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola komunikasi birokrasi di lingkaran elite Pemerintah Kota Tasikmalaya agar pelayanan dan komitmen terhadap masyarakat tetap terjaga.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya
Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang
O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini
Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama
Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 
Seru dan Edukatif! Media Nasional Potret, Edukasi Bahaya Bullying dan Narkoba di SMAN 10 Tasikmalaya
Pembangunan SUTT 150 KV Malangbong–Karaha Bodas: Puluhan Warga Garut Mulai Terima Ganti Rugi
Salon Putri Hadir di Malangbong, Tawarkan Beragam Layanan Kecantikan Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:46 WIB

O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:08 WIB

Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 

Berita Terbaru