Raja Bujang, Orang Bunian yang Sudah Jadi Urban Legend di Inhil

Senin, 20 November 2023 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inhil, MNP – Kalau menyebut Orang Bunian di Indragiri Hilir, Riau, warga sudah tidak asing lagi dengan bangsa lelembut ini karena cukup fenomenal di Indra Giri Hilir Riau ini.

Pasalnya ada banyak beredar cerita tentang keberadaan Orang Bunian di beberapa titik di Inhil, yang diyakini adalah tempat hidup, atau pemukiman bangsa Orang Bunian.

Her (40) salah satu warga Inhil mengatakan bahwa salah satu Orang Bunian yang cukup populer, yakni Raja Bujang.

“Dia adalah seorang niagawan gaib, “menjual hasil hutan seperti damar, rotan dan semambu hingga ke luar negeri,” kata Her, Senin (20/11/2023).

Menurut cerita yang beredar, Raja Bujang dulunya adalah seorang manusia, lalu diambil oleh bangsa lelembut. Nama Raja Bujang bahkan populer di kalangan toke-toke China di Malaysia dan Singapura.

Warga di sepanjang Sungai Gaung, dan Sungi Indragiri Giri Hilir juga percaya bahwa hutan-hutan di sepanjang sungai itu merupakan tempat Raja Bujang mencari bahan baku untuk usahanya.

Pada malam-malam tertentu kapal Raja Bujang akan masuk menelusuri sungai untuk menangkut barang. Tandanya, ada suara sirine kapal mendengung sekitar jam 01.30-02.00 dini hari, yang diikuti dengan gelombang.

Ya, tanda tersebut seperti air yang habis dilintasi sebuah kapal besar yang menghempas ke pantai lumpur di wilayah itu. Namun tak seorangpun pernah melihat kapal itu.

Percaya atau tidak, penduduk setempat tetap meyakini, cerita turun-temurun dari orang terdahulu tentang keberadaan Raja Bujang memang ada.

Mereka juga meyakini bahwa Raja Bujang masih memangku tahta kekuasaan Alam Bunian di Ekowisata Pantai Solop, Pulau Cawan. Termasuklah Hutan Mangrove di dalamnya.

Hal senada yang dikatakan Awang (58) salah seorang penduduk Pulau Cawan juga mengatakan hal serupa. Bahkan menurutnya, sosok Raja Bujang sendiri terkadang bisa tampak oleh kasat mata, khusus bagi mereka lemah mental.

“Kalau belum pernah ke sini, beri salam aje. Niat baik takkan diganggu die,” tuturnya berlogat Melayu.

Sejak zaman dahulu, lanjut Awang, si Raja Bujang ini sebenarnya sudah hadir di kawasan Pulau Cawan, tentu saja ketika kondisi pulau masih penuh dengan hutan belantara.

Namun selama ini, peristiwa dari hal-hal mistis jarang terjadi pada masyarakat setempat serta para pengunjung. Kecuali bagi mereka yang melakukan kesalahan-kesalahan tertentu.

Banyak warga Inhil sangat yakin Raja Bujang bukanlah legenda, melainkan nyata dan benar-benar terjadi.

Pendapat yang menyatakan ini nyata, di antaranya dikemukakan oleh mantan Kepala Kandepag Inhil Drs H A Aziz yang berasal dari daerah pesisir, Mandah.

“Awalnya itu adalah nyata, karena memang menurut penuturan kalangan tua kita, Raja Bujang ini merupakan warga asli Inhil yang dibawa oleh orang halus. Jadi, dia memang ada,’’ katanya.

Menurut dia, kalangan tua di Kecamatan Gaung paling mengetahui siapa sesungguhnya Raja Bujang dimaksud.

Silsilahnya pun banyak pula kalangan tua di daerah itu yang mengetahuinya secara mendalam. Hanya saja ini belum disikapi secara serius sehingga terabaikan begitu saja.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aktivitas PETI Marak di 4 Kecamatan Inhu, Nama “Delapan Naga” Mencuat Jadi Beking 
Salah Sasaran! Cemburu Buta Berujung Pembacokan Driver Ojek di Lampung Selatan
INVESTIGASI MNP: Proyek Fiktif Rp400 Juta di Barito Timur, Mengapa Ada Upaya Suap ke Wartawan?
Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan
Serunya Tradisi ‘Botram’ di Cipanas Galunggung, Pengunjung Didominasi Rombongan Keluarga 
Innalillahi, Ibu Heti Kakak Pimprus PT Asrahi Cipta Media Tasikmalaya Tutup Usia
Musim Kemarau Berdampak di Kota Tasikmalaya: Situ Gede Menyusut, Warga Kesulitan Air Bersih
Kembali Beroperasi? Pengelola Judi Togel di Batang Asam Sebut Minta Izin ke Polisi, Muncul Isu “Bulanan” untuk Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 22:45 WIB

Aktivitas PETI Marak di 4 Kecamatan Inhu, Nama “Delapan Naga” Mencuat Jadi Beking 

Senin, 13 Juli 2026 - 21:32 WIB

Salah Sasaran! Cemburu Buta Berujung Pembacokan Driver Ojek di Lampung Selatan

Senin, 13 Juli 2026 - 10:42 WIB

INVESTIGASI MNP: Proyek Fiktif Rp400 Juta di Barito Timur, Mengapa Ada Upaya Suap ke Wartawan?

Senin, 13 Juli 2026 - 07:10 WIB

Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan

Senin, 13 Juli 2026 - 07:01 WIB

Serunya Tradisi ‘Botram’ di Cipanas Galunggung, Pengunjung Didominasi Rombongan Keluarga 

Berita Terbaru