Program PJ Bupati Enrekang Terkait TPP Dituding Gagal

Selasa, 3 September 2024 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Enrekang, MNP – Salah satu program prioritas PJ Bupati Enrekang adalah meningkatkan taraf hidup ASN melalui Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Janji tersebut pernah diucapkan saat PJ Bupati Enrekang H. Baba dilantik, bahkan dalam setiap momen PJ Bupati selalu membahas peningkatan kinerja ASN yang diselaraskan dengan TPP.

Tentu saja janji itu membuat para ASN lebih bersemangat dan terus meningkatkan kinerja dan kedisiplinan yang tinggi.

Namun program tersebut kini menjadi cibiran, seperti yang dikatakan salah satu ASN Lingkup Pemkab Enrekang yang enggan disebutkan namanya kepada MNP, Selasa (03/09/2024).

ASN ini menyebut, pada kenyataannya yang terjadi di lapangan bahwa yang dibayarkan baru 2 bulan. Sementara itu kedisiplinan dan kehadiran mereka terus dipantau melalu aplikasi yang bernama DANGKE (Digitalisasi Absensi dan Kinerja ASN Enrekang).

Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa Dangke ini adalah aplikasi yang fungsinya untuk mengontrol, aktifitas, mengukur kinerja dan rasa percaya para pegawai dan Staf di lingkup Pemkab Enrekang.

“Setelah bulan ke 4 TPP tidak dibayar Dangke sudah tidak digunakan atau efektivitas seperti tujuan utama. Kembali malas lagi lagi karena isu ttg ttp yang tadinya akan dibayarkan 6 bulan ternyata hanya 2 bulan,” cetusnya.

Padahal kata sumber, aplikasi yang disebut dengan nama Dangke ini pengadaannya mencapai ratusan juta rupiah, namun dianggap tak berfungsi maksimal apalagi dalam pengoperasiannya ternyata alat ini masih dapat dikendalikan admin di tiap OPD.

Kepala Badan pengelola Keuangan Daerah dan Aset Daerah, Permadi Hasan mengakui bahwa TPP yang di maksud baru dua bulan yang dibayarkan.

Kepala BPKAD Enrekang Permadi Hasan juga mengatakan bahwa TPP tergantung dari kemampuan APBD. Menurutnya kondisi APBD saat ini hanya mampu membayar dua bulan TPP.

Meskipun diakui Permadi, sudah dianggarkan 6 bulan tapi karena APBD hanya mampu bayarkan 2 bulan itulah yang kami lakukan.

“Tapi kami juga dia mengatakan hanya sampai 2 bulan, siapa tahu diakhir tahun APBD kita meningkat dan kita bisa bayarkan TPP,” tandas Permadi.

Loading

Penulis : Mat

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Bazar Murah untuk Masyarakat
Penghormatan untuk Almarhum, PSSI Kota Tasikmalaya Hentikan Turnamen Sepak Bola U-40
Warga Pasir Angin Lebak Tasikmalaya Sambut Baik Pembangunan TPT Lingkungan
Perkuat Akar Rumput Menuju Pemilu 2029, DPD NasDem Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Politik dan Verifikasi Faktual
Dugaan Jual Beli Proyek Revitalisasi 2026 di SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Mencuat ke Publik
Sambut HUT ke-81 TNI, Gerakan Pangan Murah dan Bazar UMKM Diserbu Warga Tasikmalaya
Tingkatkan Ekonomi Warga, Kelurahan Sukajaya Gelar Pelatihan Tata Boga dan Menu Prasmanan
Jangan Coba Potong Dahannya! Pohon Raksasa di SDN Rodok Simpan Kisah Mencekam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:40 WIB

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Bazar Murah untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

Penghormatan untuk Almarhum, PSSI Kota Tasikmalaya Hentikan Turnamen Sepak Bola U-40

Selasa, 22 September 2026 - 15:43 WIB

Warga Pasir Angin Lebak Tasikmalaya Sambut Baik Pembangunan TPT Lingkungan

Selasa, 22 September 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Akar Rumput Menuju Pemilu 2029, DPD NasDem Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Politik dan Verifikasi Faktual

Selasa, 22 September 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Jual Beli Proyek Revitalisasi 2026 di SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Mencuat ke Publik

Berita Terbaru