TASIKMALAYA, MNP — Aula Makodim 0612/Tasikmalaya tidak hanya menjadi ruang pemeriksaan, tapi berubah menjadi “ruang baca” bagi kondisi tubuh para prajurit dan PNS, Selasa (28/04).
Di hari kedua sekaligus penutup kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya Korem 062/Tarumanagara, satu pesan menguat: tubuh juga memberi laporan, dan hari ini laporan itu dibuka.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, diikuti oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya, Pasipers, serta seluruh personel militer dan PNS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim kesehatan gabungan dari Rumkitban Galunggung, Puskesmas Tawang/Kahuripan, dan RS Jasa Kartini Tasikmalaya hadir sebagai “penerjemah” dari sinyal-sinyal tubuh yang seringkali diabaikan.
Di hari terakhir ini, tercatat sebanyak 232 peserta hadir. Mayoritas berasal dari unsur militer Kodim 0612 sebanyak 198 orang, disusul PNS Kodim 0612 sebanyak 13 orang.
Keterlibatan juga datang dari unsur lain seperti militer Zibang 2 orang, Timpal 4 orang, Rumkitban 4 orang, PNS Rumkitban 10 orang, serta militer Korem sebanyak 3 orang.
Namun angka-angka itu bukan sekadar statistik. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 199 personel dinyatakan tanpa keluhan sebuah indikator positif bahwa kondisi kesehatan relatif terjaga.
Meski demikian, terdapat 33 orang yang terdiagnosa memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Sebanyak 31 orang diarahkan untuk pengobatan lanjutan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), sementara 21 orang menjalani konsultasi dengan dokter spesialis.
Menariknya, konsultasi spesialis didominasi oleh poli penyakit dalam sebanyak 14 orang, diikuti poli jantung 2 orang, urologi 2 orang, saraf 2 orang, dan bedah 1 orang. Ini menjadi gambaran nyata bahwa pola hidup dan beban tugas memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi internal tubuh.
Sebagai bagian dari deteksi dini, pemeriksaan penunjang berupa cek gula darah sewaktu (GDS) dilakukan terhadap 200 personel. Meski sederhana, langkah ini menjadi “alarm awal” untuk membaca potensi gangguan kesehatan yang sering datang tanpa gejala.
Tidak ada kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung. Semua berjalan aman, tertib, dan lancar. Tapi justru di situlah letak kekuatannya sunyi, rapi, tapi berdampak.
Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang sakit dan siapa yang sehat. Ini tentang kesadaran bahwa prajurit bukan mesin yang bisa dipaksa terus berjalan tanpa perawatan. Tubuh butuh diperiksa, dipahami, dan dijaga.
Di hari terakhir ini, Kodim 0612/Tasikmalaya tidak hanya menutup rangkaian kegiatan. Mereka membuka cara pandang baru bahwa kesiapsiagaan tidak dimulai dari medan latihan, tapi dari dalam tubuh setiap prajurit itu sendiri.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan