PLN Enrekang Pangkas Pohon Tinggalkan Sampah, DLH: “Itu Bukan Urusan Kami”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP – Polemik tumpukan sisa pangkasan pohon milik PLN di Jalan Sultan Hasanuddin akhirnya memancing teguran keras dari Dinas Lingkungan Hidup.

Kabid Pengelolaan Sampah dan LB3 DLH Enrekang, Ikhsan D. Haris Seni, S.Hut, dengan tegas menyatakan DLH tidak punya kewajiban mengangkut sampah hasil kerja PLN.

“Kewajiban utama dinas kebersihan adalah mengangkut sampah rumah tangga. Bukan limbah atau sampah spesifik dari kegiatan instansi atau badan usaha lain,” tegas Ikhsan.

Pernyataan itu sekaligus membantah alibi PLN Ranting Enrekang. Sebelumnya Kepala Cabang ULP PLN Ranting Enrekang, Bernadeth, berdalih bahwa ada “dua tim”.

Tim pertama memangkas ranting dekat kabel dan “tidak ada MoU atau tidak ada biaya pembersihan”. Tim kedua baru ada anggaran pembersihan. Lucunya, Bernadeth tetap mengklaim sudah menginstruksikan tim pertama untuk bersih-bersih.

Pertanyaannya, kalau tidak ada anggaran dan tidak ada MoU, instruksi itu dasarnya apa? Omongan kosong?

Ikhsan meluruskan, menurutnya, siapapun yang menebang atau memangkas, dialah yang wajib bertanggung jawab penuh.

“Setahu saya pihak atau instansi yang melakukan penebangan atau pemangkasan, dalam hal ini petugas/vendor PLN, bertanggung jawab penuh untuk membersihkan, mengangkut, dan membuang sendiri sisa ranting atau batang kayu hasil tebangannya,” kata Ikhsan.

Artinya jelas, jangan kerja borong, lalu sampahnya dilempar ke jalan dan berharap pemerintah yang bersihkan.

Ikhsan menyebut sampah dari pemeliharaan jaringan PLN itu termasuk “sampah spesifik” yang butuh penanganan khusus. Tidak bisa dicampur dengan sampah rumah tangga.

Karena itu, seharusnya sebelum kerja, PLN wajib berkoordinasi dulu dengan kelurahan, kecamatan, atau DLH.

Teknis pembuangannya harus disepakati di awal. Mau pakai armada DLH atau pakai armada sendiri, harus jelas. Jangan main pangkas dulu, baru minta maaf belakangan.

Di akhir pernyataannya, Bernadeth sempat menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan.

Tapi maaf saja tidak cukup. Warga Enrekang sudah muak melihat jalan poros Enrekang-Toraja dikotori ranting selama berhari-hari.

Minta maaf tanpa aksi nyata sama saja dengan menghina kecerdasan publik. BUMN kok kerjaannya setengah-setengah.

Ini preseden buruk yang harus dihentikan. Negara tidak boleh kalah dengan BUMN. DLH sudah benar menolak jadi “tukang bersih-bersih” gratisannya PLN.

Pemkab Enrekang harus memaksa PLN dan vendornya membuat SOP jelas, kerja harus tuntas, termasuk mengangkut sampahnya.

Jangan sampai lagi ada alasan “tidak ada MoU” untuk menutupi kemalasan. Ingat, keindahan dan kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Dan tanggung jawab pertama ada di tangan yang membuat kotor.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

ITF Ar-Raniry Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi di Momentum Milad ke-63
Respons Aduan Warga, Polsek Dramaga dan Forkopimcam Sita 1.792 Botol Miras di Kedai Jamu
GOR Sukapura Dadaha Jadi Saksi Persaingan 8 Tim Voli Terbaik di Sri Puspa Cup 2
Ribuan Guru PGRI Kota Tasikmalaya Semarakkan Fun Run HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional 2026
ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi
Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 07:21 WIB

ITF Ar-Raniry Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi di Momentum Milad ke-63

Sabtu, 7 November 2026 - 15:05 WIB

Respons Aduan Warga, Polsek Dramaga dan Forkopimcam Sita 1.792 Botol Miras di Kedai Jamu

Sabtu, 7 November 2026 - 14:53 WIB

GOR Sukapura Dadaha Jadi Saksi Persaingan 8 Tim Voli Terbaik di Sri Puspa Cup 2

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Ribuan Guru PGRI Kota Tasikmalaya Semarakkan Fun Run HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 09:56 WIB

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

Berita Terbaru

Berita terbaru

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 09:56 WIB