Pengabdi PGAR dan DeLOGO FIA UI Berkolaborasi: Mewujudkan Birokrasi Bersih dan Melayani di Kota Tasikmalaya 

Sabtu, 30 Desember 2023 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani merupakan suatu keharusan mendesak dalam mempercepat pembangunan daerah.

Birokrasi yang bersih bukan hanya menciptakan lingkungan kerja yang etis dan transparan, tetapi juga menjadi pondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Dalam konteks pemerintahan daerah, urgensi ini semakin terasa, karena birokrasi yang bersih tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan  publik, tetapi juga memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Klaster Riset Policy, Governance, and Administrative Reform (PGAR) dan Kalster Riset Democracy and Local Governance (DeLOGO) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) berkolaborasi untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani di Kota Tasikmalaya.

Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara FIA UI mengatakan, peran administrasi publik yang bersifat proaktif, memiliki rasa penasaran yang tinggi, dan beretika sangat dibutuhkan untuk mewujudkan good governance.

Seorang administrator dikatakan memiliki etika jika dapat menjalankan tugas yang positif dan tidak membahayakan masyarakat yakni dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan  lainnya.

“Pada dasarnya pemerintah daerah dapat mencapai good governance jika penyelenggara pemerintah sebagai pemimpin rakyat dapat mencontohkan pengimplementasian etika dan integritas yang baik,” ungkap Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc, Kamis (28/12/2023) di Ruang Pertemuan Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Pemerintah, kata Prof. Teguh, dikatakan memiliki integritas jika dapat melakukan pekerjaannya dengan jujur, kompeten, dan dikerjakan secara sepenuhnya. Etika dan Integritas yang baik dalam penyelenggaraan pemerintah berimplikasi pada pencapaian Good Governanc.

“Tata Kelola Pemerintahan yang Baik terdiri dari tingkat kepatuhan, partisipasi, transparansi, akuntabilitas, hak asasi manusia, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintah,” ucap Prof. Teguh.

Ditempat sama, Dr. Muh Azis Muslim, M.Si selaku Dosen FIA UI menyebut, sebagai kota yang memiliki berbagai wisata (Situ Gede, Batu, Bangkong, Taman Wisata Karang Resik, dsb) dan infrastruktur yang memadai, potensi Kota Tasikmalaya seharusnya dapat dioptimalkan melalui peran pemimpin yang memiliki kompetensi abad 21 dan agile dalam beradaptasi dengan disrupsi teknologi.

“Pemimpin harus mampu untuk dapat melakukan reformasi birokrasi menuju Good Governance,” kata Dr. Muh Azis Muslim, M.Si selaku Dosen FIA UI.

Demi mencapai Good Governance, kata Dr. Muh Azis, pemerintah perlu melakukan kinerja yang berorientasi pada hasil yang terdiri dari outcomes, performance indicators, penetapan  target, dan program follow result yang jelas.

Di sisi lain, Dr. Muh Azis juga menyampaikan bahwa akuntabilitas juga merupakan hal yang sangat krusial untuk mempertanggungjawabkan  hasil/manfaat kepada masyarakat atas penggunaan anggaran.

Dr. Muh Azis menjelaskan, kolaborasi sangat diperlukan di dalam proses penyelenggaraan pemerintah untuk mengatasi permasalahan terkait program-program reformasi birokrasi yang masih redundant dan memiliki mentalitas silo antar aktor.

“Reformasi birokrasi di Kota Tasikmalaya dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu (1) pemerintah daerah harus dapat memetakan masalah dan merumuskan kinerja; (2) penyempurnaan perumusan outcome di seluruh unit di Kelurahan; (3) pengintegrasian aplikasi perencanaan, penganggaran dan manajemen kinerja, budget reform, melakukan monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala; dan (4) pemberian reward dan punishment terhadap setiap unit,” ungkapnya.

Pengabdi PGAR dan DeLOGO FIA UI Berkolaborasi Mewujudkan Birokrasi yang Bersih dan Melayani di Kota Tasikmalaya

Sementara itu, Dra. Afiati Indri Wardani, M.Si. sebagai salah satu Tim Pengabdian Masyarakat sekaligus Dosen FIA UI mengungkapkan, bahwa Inovasi menjadi unsur prominen untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya oleh Pemerintah Daerah.

Ia menekankan bahwa inovasi pelayanan publik merupakan titik strategis untuk membangun good governance.

“Pemerintah Daerah sebagai ujung tombak pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat merupakan penopang dalam mencetuskan inovasi-inovasi pelayanan publik,” katanya.

Selain itu, para peserta pengabdian masyarakat ini juga diberikan pemahaman mengenai cara mengidentifikasikan masalah dengan beberapa tahapan yaitu analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis objektif, dan pemilihan alternatif yang disampaikan langsung oleh Marcel Angwyn, MPA yang merupakan tim pengabdi FIA UI.

“Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rencana aksi yaitu perlu untuk mengedepankan partisipatif dan memfokuskan pada penyelesaian yang berbasis masalah  dengan memperhatikan modalitas utama instansi dan daerah,” ungkapnya.

Setelah menyampaikan materi, lebih lanjut terdapat pendampingan yang dilakukan oleh para fasilitator ahli untuk memberikan pendampingan kepada para peserta kegiatan ini untuk praktik  secara langsung membuat rencana aksi dengan pendekatan kerangka logis.

Sesi Focus Group Discussion dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok didampingi oleh Cempaka Mulia, MPA selaku dosen FIA UI; Tyas Wida Handoko, M.Sc dan Lintang Shafa selaku mahasiswa FIA UI.

Ketiganya mendampingi para peserta untuk mengelaborasi lebih dalam masalah utama dan merancang rencana aksi yang selanjutnya menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil diskusi didapatkan 3 masalah utama yaitu (1) tingkat prevalensi stunting yang tinggi; (2) pengelolaan limbah sampah; dan (2) program bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Masyarakat secara aktif dan partisipatif memberikan saran dan masukan atas ketiga permasalahan tersebut dan berhasil merancang suatu solusi dan rencana aksi yang selanjutnya dapat menjadi suatu rekomendasi bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Dalam tempat dan kesempatan yang berbeda Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E selaku Walikota Tasikmalaya mengungkapkan, bahwa kegiatan pengmas kolaborasi ini dapat berdampak baik bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk semakin berupaya untuk menciptakan good governance.

“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh PGAR dan DeLOGO FIA UI ini, kami semakin memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengelola pemerintahan yang baik untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani,” kata Dr. Cheka.

Camat Kawalu Iing Sugriman, S.STP M.Si. juga mengungkapkan, dalam sambutan pembuka, bahwa kegiatan ini juga sangat berguna bagi seluruh kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya, khususnya Kecamatan Kawalu.

Iing mengaku, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dapat diterapkan tentang cara tata kelola yang baik dalam mewujudkan campaign Kota Tasikmalaya yang diantaranya adalah isu pengentasan kemiskinan, penanganan persampahan, stunting dan juga inflasi.

“Langkah pertama dalam mewujudkan keempat hal tersebut adalah dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai tata kelola,” tandas Iing Sugriman.

Selain itu, turut berpartisipasi sebagai Tim dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu Debie Puspasari, MPA selaku dosen FIA UI dan Novi Numayni, S.Sos. selaku staf tenaga  kependidikan FIA UI. Dalam kegiatan ini, peserta terdiri dari 50 orang Aparatur Kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Kawalu.

Sebagai informasi, PGAR merupakan salah satu klaster riset FIA UI yang memiliki fokus studi pada pengembangan keilmuan, advokasi, riset, serta diskusi pada isu publik dalam tataran New Institutionalism, Dynamic Governance, Whole of Government, Continental European Public  Administration, Anglo-american Public Administration, dan Non-western Public Administration.

Sedangkan, DeLoGo merupakan klaster riset yang bertujuan untuk menjadi wadah pertukaran ide, gagasan, dan hasil kajian terkait dengan pemerintahan daerah yang bertujuan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah daerah dan memberikan rekomendasi kebijakan pemerintahan daerah.

Loading

Penulis : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kekeringan Meluas, BPBD Kota Tasikmalaya Distribusikan 806 Ribu Liter Air Bersih
Inspiratif, Sosok Nabil Azzahra, Siswi SMPN 16 Tasikmalaya Jadi Penceramah di SDN Panglayungan
Satresnarkoba Polres Garut Gelar Razia Miras, 109 Botol Miras Diamankan
Gencar Program Revitalisasi, Bangunan SDN Nangoh Tasikmalaya Luput Perhatian
Diduga “Mafia Kuota” KPR Subsidi BPD Sulselbar Enrekang, Pengembang Terancam Sanksi Pidana dan Admin
Lewat Tri Dharma, Universitas Sawerigading dan Polrestabes Makassar Bersinergi Cetak SDM Unggul
Miris! Dibayar Rp500 Ribu Jadi Kurir Narkoba, Terancam Hukuman Bertahun-tahun
Jaring Talenta Muda, SD Negeri 1-2 Sukaratu Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:58 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Kota Tasikmalaya Distribusikan 806 Ribu Liter Air Bersih

Kamis, 3 September 2026 - 16:01 WIB

Inspiratif, Sosok Nabil Azzahra, Siswi SMPN 16 Tasikmalaya Jadi Penceramah di SDN Panglayungan

Kamis, 3 September 2026 - 14:50 WIB

Satresnarkoba Polres Garut Gelar Razia Miras, 109 Botol Miras Diamankan

Kamis, 3 September 2026 - 14:23 WIB

Gencar Program Revitalisasi, Bangunan SDN Nangoh Tasikmalaya Luput Perhatian

Kamis, 3 September 2026 - 13:43 WIB

Diduga “Mafia Kuota” KPR Subsidi BPD Sulselbar Enrekang, Pengembang Terancam Sanksi Pidana dan Admin

Berita Terbaru