Pemkab Tasikmalaya belum Bahas tentang Isu Penghapusan Honorer

Senin, 13 Juni 2022 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tasikmalaya – Isu penghapusan status honorer tahun 2023 mendatang oleh pemerintah pusat jadi buah bibir di masyarakat, terutama kalangan guru pengajar di sekolah.

Pasalnya, jika keputusan pemerintah terealisasi, yang terdampak siginigikan adalah dunia pendidikan. Sebab, sudah bukan hal tabu lagi, banyak guru berstatus honorer hampir merata di setiap jenjang sekolah.

Menyikapi itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Drs Iing Farid Khozin M.Si mengaku belum membahasnya dengan Bupati. Meski demikian.

“Kami berharap ada solusi terbaik bagi isu penghapusan honorer. Semoga saja ada solusi demi keadilan pada honorer/sukwan di Kabupaten Tasikmalaya,” tutur Iing

Menurutnya, jika honorer dihapuskan tahun 2023 yang akan terasa efeknya adalah dibidang profesi seperti guru dan tenaga medis.

“Khusus tiap sekolah kan banyak sukwan dan honorer. Itu akan berdampak sekali dengan rencana penghapusan oleh pemerintah,” ungkap Iing diruang kerjanya, Senin (13/06/2022).

Otomatis terang Iing, efek yang mendasar itu, akan terganggunya kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan yang jadi korban adalah anak didik.

Iing menjelaskan, khusus di kabupaten Tasikmalaya, sesuai data dari BKPSDM tercatat sekitar 3000 lebih honorer dan sukwan.

“Meski diakui, sudah ada pengangkatan dua gelombang P3K (dominasi guru), namun tetap tidak menutupi kebutuhan tenaga pendidikan di kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

Lantaran itu terang Iing, solusi dan harapannya adalah Pemerintah Pusat bisa kembali mengadakan kembali tes CPNS, ataupun membuka lagi P3K dengan anggaran Dana Aloaksi Umum (DAU).

“Agar semua berkesempatan mendapat haknya. Apalagi honorer/sukwan sudah mengabdi cukup lama dan itu harus mendapat perhatian lebihbsan jadi prioritas,” ungkapnya.

“Tapi, jika P3K masih tanggung jawab Pemda akan jadi dilema karena memberatkan APBD yang dananya pas pasan. Itu bisa tidak jadi soal, jika APBD suatu daerah mencapai triliunan,” tutup Iing. (02).

Loading

Berita Terkait

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras
Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten
Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah
Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya
Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande
Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai
Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:13 WIB

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:02 WIB

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:47 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:27 WIB

Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:17 WIB

Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande

Berita Terbaru

Berita terbaru

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Jun 2026 - 16:13 WIB