Pelatihan Pertanian Hortikultura Kelurahan Sukajaya Fokus Libatkan Ibu Rumah Tangga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dalam upaya meningkatkan kemandirian dan ekonomi masyarakat, Kelurahan Sukajaya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Program Pemberdayaan Ekonomi.

Kali ini fokusnya Pelatihan Pertanian Hortikultura yang menyasar peserta dari kalangan ibu rumah tangga, Rabu (29/10/2025).

Pelatihan ini praktik penanaman tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, sayur-sayuran, serta tanaman hias, yang dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan media polibag.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan keluarga serta menumbuhkan nilai ekonomis dari pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

Camat Bungursari , Sodik Sunandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata pemberdayaan masyarakat yang berbeda dari kelurahan lainnya.

“Hari ini kami menghadirkan ibu-ibu rumah tangga sebagai peserta pelatihan hortikultura. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki harus dimanfaatkan,” pesannya.

Camat Bungursari berharap para peserta tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi juga menularkan ilmu yang diperoleh kepada tetangga agar lebih banyak warga yang bisa memanfaatkan lahan untuk ketahanan pangan keluarga.

Sodik juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan dibiayai dari dana APBD Kota Tasikmalaya.

“Saya berpesan agar peserta mengikuti kegiatan dengan serius serta aktif bertanya kepada narasumber agar benar-benar memahami dan mampu menerapkan ilmu yang diberikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rasidin Hadi Juanda, selaku Askot (Asisten Kota) program pemberdayaan, memberikan apresiasi atas inisiatif Kelurahan Sukajaya dan Pokmas yang memperluas segmen peserta.

Rasidin sangat mengapresiasi lurah dan pokmas yang memberi ruang bagi ibu rumah tangga untuk ikut serta. Hortikultura ini sangat relevan bagi masyarakat dengan lahan terbatas.

Menurutnya, melalui media polibag, lahan pekarangan pun bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

“Selain itu, program ini juga dapat mendukung diversifikasi pangan, menekan inflasi, dan bahkan menambah penghasilan keluarga jika dikelola dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rasidin menekankan pentingnya keberlanjutan (sustainability) dari program ini agar tidak berhenti setelah satu kali pelatihan.

“Kami berharap para peserta dapat terus mempertahankan dan mengembangkan hasil pelatihan ini di rumah masing-masing. Kalau ini berjalan berkelanjutan, manfaatnya akan besar, baik untuk ketahanan pangan keluarga maupun ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Yanyan, selaku Kasipem Trantib dan Pendamping Pokmas PPTK, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi dari program Dana Kelurahan bidang pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.

Biasanya terang Yanyan, peserta pelatihan hanya dari kelompok tani, KWT, atau Gapoktan. Kali ini, sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan, yaitu memberikan kesempatan kepada ibu rumah tangga yang belum memiliki keahlian di bidang pertanian.

“Mereka dilatih menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, cabai merah, cabai rawit, kangkung, dan terong,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap masyarakat khususnya para ibu rumah tangga dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga dari hasil pertanian skala kecil.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperkuat sektor pemberdayaan masyarakat dan pengendalian inflasi melalui program ketahanan pangan berbasis lingkungan.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional
Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset
Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang
Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir
Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?
Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla
BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:47 WIB

Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana

Minggu, 6 September 2026 - 17:28 WIB

Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Minggu, 6 September 2026 - 13:16 WIB

Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset

Minggu, 6 September 2026 - 12:49 WIB

Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Berita Terbaru

Berita terbaru

Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:49 WIB