Pekerjaan Asal-Asalan, LSM Berantas Tuding Proyek Irigasi Cikalang 2 Jadi Ajang KKN

Jumat, 3 April 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Aroma tidak sedap menyelimuti proyek normalisasi Irigasi Utama Cikalang 2 yang dikerjakan oleh BUMN raksasa, PT Hutama Karya (Persero).

Proyek yang didanai anggaran Inpres senilai kurang lebih 5 Miliar Rupiah tersebut kini menuai protes keras dari Forum Masyarakat Peduli Cikalang akibat kualitas pekerjaan yang buruk dan dugaan praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN).

Ketua LSM Berantas sekaligus pemerhati lingkungan, Heri Ferianto, mengungkapkan bahwa polemik ini belum menemui titik terang meski telah dilakukan audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya pada 13 Maret 2026 lalu.

Dalam audiensi tersebut, terkuak fakta mencengangkan terkait pelaksanaan proyek. PT Hutama Karya selaku kontraktor utama (maincon) diduga kuat memaksakan pekerjaan kepada subkontraktor yang tidak sesuai aturan.

Heri menyebut inisial AR dari PT Total Primakon Perkasa sebagai pihak yang mengerjakan proyek tersebut.

“Dalam pengerjaan proyek ini, saya tahu ada keterkaitan conflict of interest. AR merupakan saudara dari salah satu pejabat Humas di BBWS Citanduy. Ini jelas titipan,” tegas Heri kepada MNP, Jumat (03/04/2026).

Heri menambahkan bahwa secara regulasi, pekerjaan tidak boleh di-subkontrakkan secara keseluruhan, melainkan hanya untuk bagian yang bersifat spesialis. Namun, dalam kasus Cikalang 2, dugaan subkontrak menyeluruh ini justru terjadi.

Kejanggalan semakin kuat setelah diketahui bahwa Pemerintah telah mencairkan anggaran secara penuh untuk proyek tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Deden (Humas PT HK) dan perwakilan BBWS saat audiensi di DPRD.

Ironisnya, meski uang negara sudah cair, proyek ini justru menyisakan tumpukan kerugian bagi warga dan pekerja.

“Upah pekerja dan jasa warga banyak yang belum dibayar. Kompensasi kerugian warga belum selesai, bahkan material sisa urugan (disposal) dibiarkan menimbun sawah milik warga begitu saja,” ungkap Heri.

Lemahnya pengawasan mengakibatkan output pekerjaan tidak memberikan manfaat bagi petani. Secara fisik bangunan mungkin terlihat selesai, namun secara teknis diduga kuat tidak sesuai spesifikasi.

“Kualitas pekerjaannya buruk. Air tidak mengalir ke hilir, justru cenderung berbalik ke arah hulu. Ini jelas merugikan negara yang sudah mengeluarkan anggaran miliaran rupiah, sekaligus merugikan masyarakat secara materil maupun imateril,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak AR maupun pejabat terkait di BBWS Citanduy belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan adanya hubungan kekerabatan dalam penunjukan subkontraktor serta tunggakan kewajiban kepada warga.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ingatkan Personel Tak Ngebut, Kodim 0612/Tasikmalaya Gencarkan Edukasi Safe Riding
HUT ke-81 Kejaksaan RI, Kajari Kota Tasikmalaya Tegaskan Penegakan Hukum Berintegritas
17 Tahun Menggantung! Sengketa Lahan Emy Lenda vs PT MUTU Kembali ke Meja Pemkab Bartim, Ada Apa?
Geger Penemuan Bayi di Perum Mutiara Citra, Polisi Buru Pelaku Pembuangan
Penganiayaan Berdarah di Cisompet Garut, Kakek 74 Tahun Meninggal Dunia
Irvan Fauzi Ass, Apt, “Unang Preman Pensiun” Maju di Pilkades Sayang 2026
Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan
Jaga Marwah Lembaga, Ketum DAD Bartim Minta Penyelesaian Sengketa Lahan Sesuai Koridor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WIB

Ingatkan Personel Tak Ngebut, Kodim 0612/Tasikmalaya Gencarkan Edukasi Safe Riding

Rabu, 2 September 2026 - 19:09 WIB

HUT ke-81 Kejaksaan RI, Kajari Kota Tasikmalaya Tegaskan Penegakan Hukum Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 15:16 WIB

17 Tahun Menggantung! Sengketa Lahan Emy Lenda vs PT MUTU Kembali ke Meja Pemkab Bartim, Ada Apa?

Rabu, 2 September 2026 - 14:20 WIB

Geger Penemuan Bayi di Perum Mutiara Citra, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Rabu, 2 September 2026 - 13:24 WIB

Penganiayaan Berdarah di Cisompet Garut, Kakek 74 Tahun Meninggal Dunia

Berita Terbaru