Pasar Burung Terbunuh Sepi, Pemkot Tasikmalaya Mati Suri?

Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Minimnya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya membuat geliat ekonomi para pedagang burung, serta warung sekitar pasar seakan mati suri, Minggu (17/08/2025).

Ence Wardian (33), pemilik kios sekaligus sekretariat Komunitas Puter Pelung serta penyedia jasa servis sangkar burung, mengaku prihatin dengan kondisi pasar yang semakin sepi.

“Sekarang pembeli jarang, kegiatan lomba burung juga nyaris tidak ada. Padahal kalau pasar ini diperhatikan, dibenahi bangunannya, jalan diperbaiki, dan difasilitasi dengan event-event besar, pasti akan menggeliat lagi ekonomi pedagang kios burung,” ujarnya

Ence menambahkan, meski kondisi sepi, para pedagang tetap rutin membayar retribusi.

“Kami tiap bulan bayar Rp60 ribu untuk kios bagian dalam, dan Rp93 ribu untuk kios depan. Semua masuk ke UPTD Pasar Cikurubuk karena Pasar Burung dan Pasar Besi induknya sama. Tapi sayang, hasilnya tidak dirasakan untuk kemajuan pasar,” jelasnya.

Keluhan serupa datang dari Yayah Masriah (52), pedagang warung di area pasar. Ia mengaku omsetnya menurun drastis.

“Kalau dulu ada lomba burung, warung saya ramai. Peserta banyak yang ngopi, beli gorengan, rokok. Sekarang mah sehari dapat Rp50 ribu juga susah,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi ini, Tatang Sutarman, aktivis sekaligus tokoh senior di Kota Tasikmalaya, meminta pemerintah lebih serius.

“Saya berharap Wakil Walikota Raden Dicky Chandra bisa segera berkunjung dan memperhatikan pedagang kios Pasar Burung. Beliau saya percaya bisa tanggap karena memahami seni dan budaya,” katanya.

Lebih jauh, Tatang menegaskan ketidakpercayaannya terhadap Walikota Viman Alfarizi Ramadhan.

“Mohon maaf, saya tidak percaya sama Walikota. Beliau tidak paham seni dan budaya, apalagi soal seni suara burung seperti Puter Pelung atau Titiran yang merupakan warisan leluhur Jawa,” tegasnya.

Tatang menutup pernyataan dengan harapan agar Wakil Walikota segera turun tangan.

“Semoga Pak Dicky Chandra cepat sigap datang ke pasar burung, supaya dunia perkicauan di Tasikmalaya kembali hidup dan pedagang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Fantastis! Polsek Bayongbong Berhasil Sita 76.321 Butir Obat Keras
Bias Layar Soroti Penahanan Dua Petani Hayaping, Dorong Penyelesaian Humanis
Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026
Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun
Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon
Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah
Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!
Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:48 WIB

Fantastis! Polsek Bayongbong Berhasil Sita 76.321 Butir Obat Keras

Selasa, 29 September 2026 - 09:38 WIB

Bias Layar Soroti Penahanan Dua Petani Hayaping, Dorong Penyelesaian Humanis

Senin, 28 September 2026 - 18:05 WIB

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:48 WIB

Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun

Senin, 28 September 2026 - 17:27 WIB

Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon

Berita Terbaru

Berita terbaru

Fantastis! Polsek Bayongbong Berhasil Sita 76.321 Butir Obat Keras

Selasa, 29 Sep 2026 - 09:48 WIB