Tasikmalaya, MNP – Suasana Pasar Cikurubuk yang dulunya dikenal sebagai pusat keramaian di Kota Tasikmalaya kini terlihat semakin sepi.
Banyak kios, khususnya pedagang pakaian, mulai tutup karena merosotnya jumlah pembeli. Fenomena ini disebut-sebut sebagai dampak dari maraknya trend belanja online, Kamis (24/4/2025).
Ade Rohmana, staf dari Dinas Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya membenarkan kondisi tersebut tidak sedikit pedagang yang akhirnya gulung tikar karena tak mampu lagi menutupi biaya operasional harian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terutama pedagang pakaian, mereka yang paling terdampak. Berbeda dengan pedagang kebutuhan pokok dan makanan yang masih memiliki pembeli tetap,” ujarnya.
Salah satu pedagang pakaian, Nunung (40), turut membagikan keluh kesahnya. Ia mengaku, penjualan di tokonya kini nyaris tak bergerak.
“Dulu saya bisa menjual 10 potong baju sehari, bahkan lebih. Tapi sekarang kadang cuma dua, bahkan sering tidak ada sama sekali,” tutur Nunung dengan nada sedih.
Ia berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah agar perekonomian pasar tradisional bisa kembali bergeliat.
“Saya ingin pemerintah bisa menstabilkan kondisi ini. Cari cara supaya ekonomi kita bisa jalan lagi seperti dulu,” harapnya.
Pasar Cikurubuk, yang dahulu menjadi ikon belanja masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya, kini menghadapi tantangan besar untuk bisa bertahan di tengah gempuran era digital.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan