Monev Proyek P3TGAI Kelompok P3A Sukamekar Jaya III, Petani Berharap Hasil Panen Meningkat

Jumat, 19 September 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Tim gabungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, dan Kejaksaan mendatangi wilayah Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari.

Kunjungan tersebut untuk monitoring dan evaluasi (monev) pekerjaan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Kelompok P3A Sukamekar Jaya 3. di Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kamis (18/09/2025).

Ketua P3TGAI Sukamekar Jaya III, Doni Iswanto, menyambut baik kedatangan tim monev. Ia mengungkapkan bahwa pekerjaan saat ini sudah mencapai 95%.

“Alhamdulillah, tim monev, kepala BBWS, perwakilan wali kota, dan kejaksaan sudah mengontrol. Pengerjaannya sudah 95%,” kata Doni.

Ia menambahkan, adanya program ini sangat membantu para petani. Saluran irigasi yang sebelumnya tersendat kini berfungsi dengan lancar.

Doni berharap proyek ini dikerjakan sesuai spesifikasi dan tidak ada praktik pungutan liar.

“Saya berpesan kepada para petani untuk merawat saluran irigasi agar dapat bertahan lama, yang pada akhirnya akan menunjang produktivitas pertanian di wilayah tersebut,” harap Doni.

Sementara itu, Lurah Sukarindik, Ayi Rahmatilah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BBWS Citanduy.

Ia menyatakan bahwa program P3TGAI ini memberikan manfaat besar bagi masyarakatnya, terutama para petani. Ayi juga optimis dengan adanya perbaikan irigasi ini, hasil panen di wilayahnya akan meningkat.

“Biasanya panen 5,2 ton, sekarang targetnya 6 ton. Kami berharap target tersebut dapat tercapai, sehingga kesejahteraan petani di Kelurahan Sukarindik semakin meningkat,” tutup Ayi.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru