Melawan Korporasi Raksasa, Konsumen Gugat Balik ACC Finance Rp.1000

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kasus perdata antara perusahaan pembiayaan raksasa, ACC Finance (Astra Sedaya Finance), melawan salah satu konsumennya berinisial NH, terus bergulir di Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya dengan Perkara No. 86/Pdt.G/2025/PN.TSM.

Gugatan ini memunculkan drama hukum yang menarik perhatian publik: gugatan Rp1.000 melawan tuntutan ratusan juta rupiah.

Asep Iwan, Kuasa Hukum dari tergugat (NH), menyatakan bahwa gugatan yang diajukan pihak ACC Finance sangat tidak mendasar dan menduga kliennya menjadi korban Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berat.

Menurutnya, pihak ACC secara terang-terangan memutarbalikkan fakta dan bahkan menantang otoritas hukum tertinggi di Indonesia.

“Tindakan ACC Finance ini bukan lagi wanprestasi, tapi sudah Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berat. Mereka secara terang-terangan menghina dan menantang otoritas Putusan Mahkamah Agung,” kata Asep Iwan, Senin (27/10/2026).

Asep Iwan menjelaskan, status ACC Finance adalah pihak yang telah dihukum oleh Putusan BPSK dan penolakan Bantahan Eksekusinya telah dikuatkan hingga tingkat Kasasi Mahkamah Agung (MA). ACC Finance diwajibkan membayar Rp107.500.000 kepada NH sejak tahun 2022.

Namun, alih-alih melaksanakan putusan MA, ACC Finance justru mengajukan Gugatan Wanprestasi baru, menuntut ganti rugi sebesar hampir Rp400 Juta dari konsumen.

Untuk melawan tindakan yang mereka sebut sebagai “upaya jahat” dan dugaan praktik lintah darat serta Double Recovery, Kuasa Hukum NH mengajukan Rekonvensi atau gugatan balik kepada ACC Finance, anak perusahaan konglomerat ASTRA.

Gugatan balik tersebut menuntut ganti rugi material dan imaterial sebesar Rp1.000 (Seribu Rupiah).

“Seribu Rupiah ini adalah harga simbolis untuk pengakuan hukum bahwa ACC Finance telah melanggar etika dan melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan menyalahgunakan proses peradilan (abuse of process),” tegas Asep Iwan.

Hendi Haryadi, kuasa hukum yang sama, menambahkan bahwa gugatan simbolis ini adalah puncak perlawanan terhadap praktik hukum yang dinilai menindas dan tidak manusiawi.

“Kami tidak ingin keuntungan dari gugatan ini; kami hanya ingin keadilan substantif ditegakkan di hadapan korporasi. Klien kami sudah membayar harga yang jauh lebih mahal berupa tekanan psikologis,” tutur Hendi.

Pihak NH meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) segera mengaudit PT. Astra Sedaya Finance atas dugaan praktik double recovery dan eksesif yang meresahkan konsumen.

Mereka juga meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya untuk menolak gugatan ACC Finance seluruhnya dan menegakkan keadilan substantif bagi konsumen Indonesia.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pihak ACC Finance, termasuk Pimpinan Cabang Iswahudi, belum membuahkan hasil. Pihak ACC terkesan enggan memberikan tanggapan dengan dalih harus melalui tim legal dan meminta izin manajemen pusat.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dari Ruang Redaksi ke Kampus, SWI dan UMJ Bangun Masa Depan Wartawan Indonesia
Pelayanan DLH Enrekang Amburadul: Sampah Tak Diangkut, Warga Buang Sembarangan di BNI dan Pasar
Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Tambak Galang Dana, Siapkan Perlombaan
Jaga Kesehatan, Ibu-ibu RT 02/RW 01 Desa Tambak Rutin Olahraga Bola Voli 
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung
TMMD Ke-129, Kodim Tasikmalaya dan PLN Pasang KWH Listrik untuk Warga Parungponteng
Sempat Tutup Dua Minggu, Togel di Batang Asam Kembali Buka: Ada Apa APH Polres Tanjabbar?
Pasca Identifikasi Tim INAFIS, Misteri Mayat di Tol KM 306 Pemalang Akhirnya Terkuak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Dari Ruang Redaksi ke Kampus, SWI dan UMJ Bangun Masa Depan Wartawan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Pelayanan DLH Enrekang Amburadul: Sampah Tak Diangkut, Warga Buang Sembarangan di BNI dan Pasar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Tambak Galang Dana, Siapkan Perlombaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Jaga Kesehatan, Ibu-ibu RT 02/RW 01 Desa Tambak Rutin Olahraga Bola Voli 

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:21 WIB