Fantastis! Denda Leasing Rp399 Juta Jadi ‘Monster Hukum’, ACC Digugat Balik Diduga Abaikan Prinsip Kepatutan

Selasa, 14 Oktober 2025 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – PT Astra Sedaya Finance (ACC), salah satu perusahaan pembiayaan besar, menuai kontroversi setelah mengajukan gugatan perdata wanprestasi kepada mantan nasabahnya, inisial NH, di Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Tuntutan perusahaan mencapai angka fantastis Rp399.794.500,-, yang didominasi oleh denda keterlambatan, meskipun objek jaminan fidusia (mobil) telah ditarik dan dilelang ACC sejak tahun 2022.

Kuasa Hukum NH, Asep Iwan Restiawan, S.H., M.H., menilai langkah ACC berlebihan dan berpotensi melanggar Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang perlindungan konsumen.

“Tuntutan ini berpotensi melanggar semangat dari POJK, khususnya terkait prinsip perlindungan konsumen dan kepatutan dalam penentuan biaya dan denda,” ujar Asep, Senin (13/10/2025).

Asep membeberkan perincian tuntutan kerugian materiil ACC yang dinilai tidak masuk akal. Dari total Sisa Kerugian yang dituntut (Rp399,7 Juta), Denda Keterlambatan mencapai Rp347.804.500,-. Angka ini hampir tiga kali lipat dari sisa utang pokok nasabah yang hanya Rp127.430.000,-.

“Praktik akumulasi denda yang masif seperti ini diyakini bertentangan dengan prinsip kepatutan dan itikad baik yang diamanatkan POJK kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK),” tegas Asep.

Advokat Hendi Haryadi, S.H., menambahkan bahwa tindakan ACC ini dinilai tidak manusiawi. “Dengan denda yang begitu fantastis angka 399 Juta… seolah-olah perusahaan tersebut seperti rentenir yang terorganisir,” kata Hendi.

Kuasa hukum juga menyoroti adanya dugaan Sita Jaminan Ganda (Double Jeopardy). Setelah menarik dan menjual jaminan (mobil) pada 2022, ACC kini justru meminta Sita Jaminan (Conservatoir Beslagh) atas aset lain milik tergugat, yaitu rumah tinggalnya. Langkah ini dinilai ekstrem dan mengejar aset konsumen secara berlebihan.

Lebih lanjut, dalam kasus ini, BPSK Kota Tasikmalaya sebelumnya telah mengeluarkan putusan pada Maret 2023 yang menghukum ACC (Teradu) untuk mengembalikan angsuran berikut DP sebesar Rp107.500.000,- kepada nasabah (Pengadu/NH). Gugatan perdata yang diajukan ACC saat ini seolah mengabaikan putusan BPSK tersebut.

Asep dan Hendi menekankan agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya, dalam perkara No. 93/Pdt.G/2025/PN Tsm, menggunakan kewenangannya untuk memutus perkara secara adil (ex aequo et bono).

“Keputusan untuk membiarkan denda membengkak luar biasa sebelum menggugat dan meminta sita rumah menunjukkan praktik bisnis yang tidak mencerminkan pertimbangan kemanusiaan,” pungkas Hendi.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi
Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI
Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional
Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset
Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang
Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir
Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:04 WIB

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi

Senin, 7 September 2026 - 09:41 WIB

Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI

Minggu, 6 September 2026 - 17:47 WIB

Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana

Minggu, 6 September 2026 - 17:28 WIB

Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Minggu, 6 September 2026 - 13:16 WIB

Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset

Berita Terbaru