Tasikmalaya, MNP – Para yatim piatu dan jompo harus diperhatikan dan dimanjakan dengan pelayanan maksimal oleh berbagai pihak terutama pemerintah.
Karena selama ini mereka nyaris luput dan hilang dari perhatian para pemangku kebijakan.
Hal itu dikatakan ketua LSM PADI (Peradaban Demokrasi Indonesia) saat ditemui wartawan MNP sebelum pelaksanaan santunan yatim piatu jompo di sekretariat PADI jalan Dinding Ari Bumi Resik Panglayungan, Jumat (29/9/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, secara umum tidak hanya pemerintah yang wajib memperhatikan nasib mereka, tapi semua kalangan yang sudah mampu dalam tatanan perekonomian dengan kata lain mereka pengusaha dan lain lain.
“Melalui kegiatan santunan yang rutin dilakukan setiap hari Jumat ini, kami dari LSM PADI hanya ingin berbagi bersama yatim piatu dan jompo untuk membantu meringankan beban mereka di hari itu,” ucap Iwan.
Dirinya, menyebut pihaknya belum merasa puas dengan membantu mereka dalam satu minggu sekali.
“Karena harapan kami kedepannya ingin bisa membantu mereka atau melakukan kegiatan santunan tiap hari,” harapnya.
Ditempat sama, Ustadz Agus Marwan bendahara LSM PADI mengakui minimnya perhatian dari para pemangku kabijakan (pemerintah).
Lantaran itu, pihaknya mendorong untuk terus bergerak memberikan perhatian kepada fakir miskin, jompo dan anak yatim sebagai contoh kepada pemerintah.
“Tak ada alasan bagi kami untuk tidak bergerak memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.
Setiap hari Jum’at kami terus bergerak ke berbagai wilayah di Kota Tasik,” ungkapnya.
LSM PADI sendiri tidak lain hanya menyampaikan amanat yang sudah diberikan dari para agnia, untuk membagikan kepada fakir miskin jompo dan anak yatim.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus peduli terhadap fakir miskin, jompo dan anak yatim. “Mari kita sama sama Save Fakir Miskin, Jompo dan Anak Yatim,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Sus
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan