Loyalitas Semu ASN Ancam Tata Kelola Pemerintahan Tasikmalaya

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Hubungan antara Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dengan jajaran birokrasi dinilai masih menghadapi hambatan serius.

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) disebut menampilkan loyalitas semu pasca-Pilkada 2020, bahkan menjadikan kebijakan pemangkasan anggaran sebagai alasan untuk mengendurkan kinerja.

Koordinator Pergerakan Solidaritas Ummat (PSU), Septyan Hadinata, menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan dan merugikan masyarakat.

“Masih ada birokrat yang sikapnya setengah hati karena faktor politik Pilkada kemarin. Loyalitas seperti ini adalah loyalitas semu. ASN seharusnya netral, tunduk pada aturan, dan fokus pada pelayanan publik,” ujar Septyan, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, langkah Bupati Cecep Nurul Yakin melakukan pemangkasan atau cut off anggaran seharusnya tidak dijadikan dalih untuk menurunkan kualitas layanan.

“Pengelolaan anggaran memang harus rasional. Tapi kalau ada birokrat yang malas bekerja dengan alasan anggaran tidak ada, itu jelas pelanggaran disiplin ASN,” tegasnya.

Septyan juga menyoroti peran Sekretaris Daerah (Sekda) yang semestinya menjadi jembatan komunikasi antara kepala daerah dan perangkat birokrasi.

“Sekda punya posisi strategis. Kalau peran ini tidak berjalan, otomatis kebijakan bupati tidak akan efektif di lapangan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa aturan mengenai disiplin ASN sudah diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021, sementara pengelolaan keuangan daerah harus mengikuti prosedur resmi sesuai PP 12 Tahun 2019 dan Permendagri 77 Tahun 2020.

“Kalau aturan diabaikan, yang rugi bukan pejabat atau ASN, tapi rakyat yang tidak mendapat pelayanan maksimal,” tutur Septyan.

PSU, lanjutnya, mendorong Bupati Tasikmalaya untuk memperkuat komunikasi berbasis data, memastikan kontrak kinerja OPD berjalan, dan mengoptimalkan peran Sekda.

“Kalau hubungan emosional yang rasional terbangun, birokrasi akan lebih produktif, netral, dan pelayanan publik bisa berjalan tanpa hambatan,” pungkas Septyan.

Loading

Penulis : Ist

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Lahan Gambut dan Gudang Ban Bekas di Sukarindik Tasikmalaya Hangus Terbakar, 3 Armada Damkar Dikerahkan
DEAL! Pemkab & Polres Enrekang Teken Komitmen: Harga Gas 3 Kg Dilarang Melebihi HET
Sikap Tegas DPC POSPERA Kota Tasikmalaya: Hadir untuk Rakyat, Kawal Persoalan Kesehatan hingga Agraria
Semarakkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi ke-64, PWRI Kawalu Buktikan Pensiunan Tetap Produktif
Rapat Perdana Usai Dilantik, Dr. Aspa Muji Pimpin Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jeneponto
DPRD dan Mahasiswa Desak Kejelasan Aturan Minyak Jelantah SPPG di Tasikmalaya
KAPOLRES KETUT YOGA PIMPIN SERTIJAB! 5 Pejabat Utama Polres Enrekang Resmi Berganti
Selamatkan 107 Ribu Jiwa, Polres Garut Sita Ratusan Gram Sabu hingga Ribuan Obat Terlarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Lahan Gambut dan Gudang Ban Bekas di Sukarindik Tasikmalaya Hangus Terbakar, 3 Armada Damkar Dikerahkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DEAL! Pemkab & Polres Enrekang Teken Komitmen: Harga Gas 3 Kg Dilarang Melebihi HET

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Sikap Tegas DPC POSPERA Kota Tasikmalaya: Hadir untuk Rakyat, Kawal Persoalan Kesehatan hingga Agraria

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Semarakkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi ke-64, PWRI Kawalu Buktikan Pensiunan Tetap Produktif

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Rapat Perdana Usai Dilantik, Dr. Aspa Muji Pimpin Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jeneponto

Berita Terbaru