JENEPONTO, MNP – Pemerintah Desa (Pemdes) Borontala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, kembali menggelar tradisi adat Je’ne-Je’ne Sappara.
Acara tahunan yang sarat akan makna budaya ini berlangsung meriah, aman, dan lancar di pesisir pantai setempat, Rabu (04/02/2026).
Meskipun Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM, berhalangan hadir karena adanya agenda yang mendesak, suasana tetap khidmat dengan kehadiran para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta jajaran perangkat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, BT (67), menjelaskan bahwa Je’ne-Je’ne Sappara adalah warisan leluhur yang tetap eksis hingga saat ini. Sebelum puncak acara berupa mandi bersama di laut, warga terlebih dahulu melakukan ritual doa bersama.
“Kegiatan ini dilakukan sejak zaman dahulu. Sebelum turun mandi ke laut, kami melakukan doa bersama yang dipandu oleh tokoh agama dan melaksanakan ritual adat lainnya. Makna dari Je’ne-Je’ne Sappara ini adalah sebagai bentuk pembersihan diri sekaligus penghargaan terhadap alam ciptaan Allah SWT,” ungkap BT kepada awak media.
Kepala Desa Borontala, Evendi Emba, SE, tampak sibuk menyambut tamu yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, sesama kepala desa, hingga mitra dari lembaga sosial (LSM) dan jurnalis se-Kabupaten Jeneponto.
Untuk memastikan kelancaran acara, sejumlah aparat dari TNI dan Kepolisian jajaran Polres Jeneponto, termasuk Kapolsek Tamalatea beserta anggotanya, bersiaga penuh di lokasi guna menjamin situasi tetap kondusif.
Evendi Emba menegaskan bahwa tradisi ini telah masuk dalam program agenda rutin Pemerintah Desa Borontala setiap tahunnya. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk menjaga kelestarian budaya, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.
Dengan suksesnya pelaksanaan tahun ini, diharapkan tradisi Je’ne-Je’ne Sappara dapat terus terjaga sebagai identitas budaya masyarakat Jeneponto yang mampu menarik perhatian wisatawan serta menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam.
![]()
Penulis : Mahmud Sewang
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan