Lestarikan Tradisi Turun-Temurun, Pemdes Borontala Sukses Gelar Ritual Adat Je’ne-Je’ne Sappara

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENEPONTO, MNP – Pemerintah Desa (Pemdes) Borontala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, kembali menggelar tradisi adat Je’ne-Je’ne Sappara.

Acara tahunan yang sarat akan makna budaya ini berlangsung meriah, aman, dan lancar di pesisir pantai setempat, Rabu (04/02/2026).

Meskipun Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM, berhalangan hadir karena adanya agenda yang mendesak, suasana tetap khidmat dengan kehadiran para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta jajaran perangkat desa.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, BT (67), menjelaskan bahwa Je’ne-Je’ne Sappara adalah warisan leluhur yang tetap eksis hingga saat ini. Sebelum puncak acara berupa mandi bersama di laut, warga terlebih dahulu melakukan ritual doa bersama.

Kegiatan ini dilakukan sejak zaman dahulu. Sebelum turun mandi ke laut, kami melakukan doa bersama yang dipandu oleh tokoh agama dan melaksanakan ritual adat lainnya. Makna dari Je’ne-Je’ne Sappara ini adalah sebagai bentuk pembersihan diri sekaligus penghargaan terhadap alam ciptaan Allah SWT,” ungkap BT kepada awak media.

Kepala Desa Borontala, Evendi Emba, SE, tampak sibuk menyambut tamu yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, sesama kepala desa, hingga mitra dari lembaga sosial (LSM) dan jurnalis se-Kabupaten Jeneponto.

Untuk memastikan kelancaran acara, sejumlah aparat dari TNI dan Kepolisian jajaran Polres Jeneponto, termasuk Kapolsek Tamalatea beserta anggotanya, bersiaga penuh di lokasi guna menjamin situasi tetap kondusif.

Evendi Emba menegaskan bahwa tradisi ini telah masuk dalam program agenda rutin Pemerintah Desa Borontala setiap tahunnya. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk menjaga kelestarian budaya, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

Dengan suksesnya pelaksanaan tahun ini, diharapkan tradisi Je’ne-Je’ne Sappara dapat terus terjaga sebagai identitas budaya masyarakat Jeneponto yang mampu menarik perhatian wisatawan serta menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam.

Loading

Penulis : Mahmud Sewang

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Lomba Karaoke Kolaborasi RW 10 dan RW 11 Pererat Keharmonisan Warga
Tradisi Nasi Liwet IPPC, Momentum Perkuat Persatuan Warga di HUT RI
T. Bodowo: Pelaksanaan Bartim Expo Butuh Evaluasi Menyeluruh
Sejarah Baru! Resmi Terbentuk, DR Baharuddin Nahkodai PGRI Cabang Khusus UNIMEN
Warga Antusias! Beragam Perlombaan Meriahkan HUT RI ke 81 di Dusun 1 Desa Tambak 
Wujud Kepedulian, PK KNPI Cihideung Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis di Babakan Fauzan
Gerebek Tuntas! Polsubsektor Masalle dan TNI Ratakan Lokasi Judi Sabung Ayam di Dusun Bulo
81 Tahun Merdeka, Mengapa Masih Banyak Rakyat Belum Merasakan Kemerdekaan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:32 WIB

Lomba Karaoke Kolaborasi RW 10 dan RW 11 Pererat Keharmonisan Warga

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Tradisi Nasi Liwet IPPC, Momentum Perkuat Persatuan Warga di HUT RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:27 WIB

T. Bodowo: Pelaksanaan Bartim Expo Butuh Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Sejarah Baru! Resmi Terbentuk, DR Baharuddin Nahkodai PGRI Cabang Khusus UNIMEN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Warga Antusias! Beragam Perlombaan Meriahkan HUT RI ke 81 di Dusun 1 Desa Tambak 

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lomba Karaoke Kolaborasi RW 10 dan RW 11 Pererat Keharmonisan Warga

Senin, 17 Agu 2026 - 00:32 WIB

Berita terbaru

Tradisi Nasi Liwet IPPC, Momentum Perkuat Persatuan Warga di HUT RI

Senin, 17 Agu 2026 - 00:22 WIB

T. Bodowo, salah satu tokoh pemekaran dan pembangunan Barito Timur

Barito Timur

T. Bodowo: Pelaksanaan Bartim Expo Butuh Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:27 WIB