Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket kiri - kanan : Bupati Tasikmalaya dan Koordinator Pergerakan Solidaritas Ummat

Ket kiri - kanan : Bupati Tasikmalaya dan Koordinator Pergerakan Solidaritas Ummat

TASIKMALAYA, MNP — Ketiadaan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Kabupaten Tasikmalaya kian menuai sorotan.

Posisi strategis sebagai top administrator dalam sistem pemerintahan daerah itu hingga kini masih diisi oleh Penjabat (Pj), yang dinilai belum mampu menggerakkan birokrasi secara optimal.

Koordinator Pergerakan Solidaritas Ummat (PSU), Septyan Hadinata, yang juga A’wan MWC NU Cisayong, menilai kondisi ini mencerminkan adanya decision paralysis atau kelumpuhan pengambilan keputusan di level pimpinan daerah.

“Dalam kajian ilmu manajemen pemerintahan, situasi ini bisa disebut sebagai leadership indecisiveness artinya ketika pemimpin berada dalam posisi gamang dan tidak segera mengambil keputusan strategis. Dampaknya adalah stagnasi dalam organizational performance,” ujarnya, Sabtu (02/05).

Ia menjelaskan, Sekda memiliki peran sebagai chief administrative officer yang mengendalikan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi lintas OPD.

Tanpa pejabat definitif yang memiliki full authority, birokrasi cenderung berjalan dalam pola status quo management.

Secara regulasi, pengisian jabatan Sekda telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Dalam ketentuan tersebut, Sekda merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang harus diisi melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding) berbasis merit system.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan penetapan Sekda definitif. Kondisi ini, menurut Septyan, berpotensi menimbulkan administrative uncertainty dalam tata kelola pemerintahan.

“Ketika kepala daerah menunjukkan gejala risk aversion leadership yakni terlalu hati-hati hingga menunda keputusan, maka organisasi kehilangan momentum. Ini yang sekarang dirasakan di Tasikmalaya,” tegasnya.

Di tengah kondisi tersebut, beredar pula isu mengenai kemungkinan hadirnya “sekda impor” dari luar daerah.

Meski secara aturan dimungkinkan dalam kerangka merit system nasional, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengabaikan career path development ASN lokal.

“Jika tidak dikelola dengan bijak, ini bisa memicu demotivation effect dan menurunkan institutional trust di internal birokrasi,” tambahnya.

Septyan menegaskan, Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan kepemimpinan administratif yang tegas dan definitif demi menjaga prinsip good governance dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Pemimpin yang efektif adalah yang mampu keluar dari decision paralysis dan mengambil keputusan strategis tepat waktu. Karena jabatan Sekda bukan ruang untuk ketidakpastian,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Ist

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Edukasi Pelajar SMP PGRI 
Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polsek Dusun Tengah, 150 Kilogram Beras SPHP Ludes Terjual
Kapolsubsektor Paku Pimpin Groundcheck Hotspot di Desa Kalamus
Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026
Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya
Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat
Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan
PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Edukasi Pelajar SMP PGRI 

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polsek Dusun Tengah, 150 Kilogram Beras SPHP Ludes Terjual

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Kapolsubsektor Paku Pimpin Groundcheck Hotspot di Desa Kalamus

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Edukasi Pelajar SMP PGRI 

Senin, 3 Agu 2026 - 18:59 WIB

Barito Timur

Kapolsubsektor Paku Pimpin Groundcheck Hotspot di Desa Kalamus

Senin, 3 Agu 2026 - 18:40 WIB