Lebak Banten, MNP – Masyarakat Desa Guradog, Kec. Curug Bitung, Kab. Lebak-Provinsi Banten, riuh rendah mengikuti jalannya ritual tahunan Seren Tahun.
Antusias melestarikan serta mempertahankan khasanah budaya-tradisi, warisan para leluhurnya tidak perlu diragu kan lagi konsistensinya.
Itu mereka buktikan dengan perayaan tradisi Seren Taun berupa ritual (upacara adat) rutin tahunan, yang mereka laksanakan setelah musim panen kedua di dalam kurun setahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yaitu berupa Panen Padi ala Masyarakat Sunda serta beragam komoditas produk pertanian selain Padi yang masih senantiasa dilakukan warga desa Guradog secara turun temurun.
Acara tersebut berlangsung selama dua hari (di Ahad dan Senin, 6 dan 7 Oktober 2024 dengan mengangkat filosofi “Ajeg Panceg Ngamumule Adat Tradisi, Pikeun Ngabeungkeutkeun Incu Putu.
Atau kalau diartikan kokoh konsisten menjunjung tinggi dan tetap mempertahankan adat dan tradisinya, untuk mengikat juga mempersatukan anak cucu/keturunan mereka.

Pini Sepuh Pemangku Adat Desa Guradog, H. Rahmat, mengungkapkan, tujuan melestarikan acara tersebut tak lain sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan- NYA kepada mereka selama ini. Juga buat mengokohkan ikatan Bathin silaturahim, di antara sesama masyarakat desa Guradog khususnya.
“Ini bentuk tasyakuran kami kepada Allah SWT, di dalam rangka mensyukuri berekah melimpahnya hasil panenan dari Sawah dan Kebun Kami dalam setahun ini, Pak. Jadi Seren Tahun ini, merupakan tradisi rutin Kami sejak dulu, ini sebagai wujud tasyakur Kami pasca panen,” ungkap H. Rahmat disela acara kegiatan seren taun, Minggu (6/10/2024).
Ditambahkannya pula, giat acara ini pun sebagai ajang silahturahim. Dimana selalu banyak warga luar daerah, yang biasanya menjalankan rutinitasnya masing-masing (yang giat bekerja), ikut juga menghadiri dan merayakan, ritual adat leluhurnya, Seren Tahun ini. Dan itu dilakukan mereka secara sukarela, tak diminta atau diarahkan oleh siapa pun.
H Rahmat mengucapkan alhamdulillaah, kegiatan ini dijadikan ajang silaturrahim, sehingga warga bisa berkumpul dengan warga lainnya, yang jarang bertemu sekalipun di hari-hari biasa, di giat Seren Tahun inilah saling bertemu.
“Karena banyak warga desa kami ini, yang tinggal untuk bekerja diluar daerah. Kami bersyukur, masih bisa melaksanakan ritual tradisi adat leluhur Kami ini secara turun temurun, meski sudah begitu banyak perubahan, di zaman sekarang ini, namun Kami tetap menjunjung adat istiadat serta tradisi budaya leluhur Kami,” pungkasnya.
Masih disekitar lokasi acara tersebut, tatapan wartawan tertumpu pada sosok warga yang amat berbeda dengan warga pribumi.
Ada seorang warga Asing yang diinfokan warga pribumi, yang berasal dari Republik Ceko bernama Iva Jaburcova, yang tampak antusias serta amat senang turut menyaksikan acara itu bersama warga asli pribumi di sana.
Dirinya tampak berbaur dan tidak canggung berbincang dengan warga masyarakat Guradog. Dirinya pun tanpa ragu atau malu, mencicipi beragam makanan, kuliner khas warga Guradog yang disediakan berlimpah oleh warga lokal Guradog secara sukarela.
Warga Asing Ceko itu pun mengaku takjub dan salut, mengingat suasana di acara tersebut dirasa masih sangat kental kebersamaan nya, ketika di luaran sana tak didapatkannya lagi suasana serupa itu akibat perubahan dalam peradaban zaman.
“Ya, sangat senangnya Saya karena ternyata masih ada, beberapa bagian wilayah di Indonesia, yang warganya masih mempertahankan hal baik seperti tradisi ini meski sudah ada tradisi yang lebih modern,” kata Iva Jaburcova.
Apalagi untuk rasa kebersamaan di acara Seren Tahun ini, masih terasa begitu kental kalau menurut saya, dan itu yang membuat Saya tertarik buat mengikuti jalannya acara ini,” tutup Iva, yang ternyata sangat fasih berbahasa Indonesia.
![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan