LBH BAPEKSI dan Warga Kp Bengkok Cibatu Kecewa, Wali Kota Tasikmalaya Enggan Diajak Audiensi

Selasa, 20 Mei 2025 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Rasa kecewa terlihat dari para peserta audiens baik dari Lembaga Bantuan Hukum Barisan Pejuang Demokrasi (LBH BAPEKSI) Kota Tasikmalaya maupun masyarakat.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Tasikmalaya terkait jalan rusak di jalan Kp. Bengkok, Cibatu, Cipeteuy, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari yang sempat diblokir warga.

Diketahui sebelumnya, sudah tiga kali diadakan rapat. Pemkot serta Kecamatan sepakat bahwa jalan tersebut memang tidak layak dilalui armada truk bermuatan tambang pasir melebihi kapasitas menyebabkan polusi dan kerusakan serta jam operasional sampai sore.

Mardi Guntara selaku Ketua LBH BAPEKSI mengaku sangat kecewa dengan penerimaan di Bale Kota, padahal audiensi ini resmi dan telah mengirim surat jauh-jauh hari kepada Wali Kota Tasikmalaya untuk mengagendakan.

Namun, sekarang LBH BAPEKSI dan warga malah diarahkan untuk mengikuti rapat yang di laksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bungursari.

“Kami ini kan ingin bertemu Pak Wali Kota bukan Pak Camat. Ini adalah bentuk pembungkaman demokrasi, dimana saat warganya ingin menyampaikan aspirasi malah di intervensi oleh pihak pemkot,” ucap Mardi, Senin (19/05/2025).

Dengan dead lock nya audiensi, kini warga sudah tidak percaya lagi dengan Camat Bungursari dan ASDA III yang juga merupakan Kepala Dishub Kota Tasikmalaya.

Kekecewaan juga disampaikan Kepler Sianturi, SMM.G.M.A selaku Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya dengan kinerja Pemkot karena tidak merealisasikan apa yang sudah disepakati dengan warga.

Namun fakta dilapangan beberapa kesepakatan hasil rapat yang dipimpin ASDA III tersebut tidak ada yang direalisasikan.

“Saya meminta Wali Kota Viman Alfarizi Ramadan untuk survey langsung ke jalan yang rusak, untuk membuktikan kebenaran dari aspirasi warga dan merealisasikan apa yang masyarakat disana minta,” tegas Kepler.

Senada, Hasbi selaku salah satu Tokoh Pemuda Cibatu atas nama warga merasa kecewa, serasa dianaktirikan, padahal ini sudah beberapa tahun dirasakan oleh warga.

“Aspirasi kami tidak pernah didengar, warga terkesan dianaktirikan oleh Pemkot Tasikmalaya. Padahal penderitaan warga disana itu jelas dan nyata terkait Polusi yang parah, jalan yang rusak, lalu lintas armada truk yang mengganggu karena beroperasi 24 jam non stop,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar
Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP
Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:15 WIB