Ketua PP Mangkubumi Sindir Dinas PUPR Jabar: Jalan AH Nasution Masih Baru Kok Sudah Rusak?

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pekerjaan pengaspalan Jalan AH Nasution, Kecamatan Mangkubumi, yang merupakan jalur strategis provinsi dan rampung pada akhir Desember 2025, kini justru menuai kritik tajam dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Ketua Ormas Pemuda Pancasila PAC Mangkubumi, Asep Nurdin yang akrab disapa Bung Badut. Ia mempertanyakan mutu serta kualitas pembangunan jalan yang dinilai jauh dari kata layak pakai.

Saat ditemui di kediamannya Bung Badut menyoroti kondisi jalan yang terbilang masih sangat baru namun sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menurutnya, belum genap tiga bulan sejak proyek dinyatakan selesai, permukaan jalan sudah berlubang dan rusak, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.

“Yang ingin saya tanyakan kepada Dinas PUPR Provinsi, bagaimana sebenarnya mutu dan kualitas pembangunan jalan ini? Apakah memang sudah sesuai standar dan benar-benar layak pakai?” ujar Bung Badut dengan nada tegas, Kamis (05/02).

Tak hanya soal aspal yang cepat rusak, Bung Badut juga menyoroti persoalan genangan air yang kerap muncul setiap kali hujan turun.

Kondisi tersebut diduga kuat akibat sistem drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Ia bahkan menilai pembangunan jalan dan drainase terkesan belum tuntas sepenuhnya.

“Saya perhatikan, banyak genangan air setelah hujan. Ini menandakan drainasenya bermasalah. Lebih parah lagi, banyak saluran drainase yang belum ditutup. Tutup drainase itu kan fasilitas penting untuk warga, tapi sampai sekarang masih terbengkalai,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Proyek yang menelan anggaran tidak sedikit seharusnya memberikan hasil yang berkualitas dan berumur panjang, bukan justru cepat rusak dan membahayakan.

Bung Badut menilai lemahnya pengawasan dan perencanaan menjadi faktor utama buruknya hasil pekerjaan tersebut.

Ia mendesak Dinas PUPR Provinsi untuk segera turun ke lapangan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta bertanggung jawab atas kualitas proyek yang telah dikerjakan.

“Jangan sampai masyarakat terus dirugikan. Jalan ini jalur provinsi, dilalui banyak kendaraan setiap hari. Kalau kualitasnya seperti ini, siapa yang bertanggung jawab?” pungkasnya.

Sorotan tajam ini diharapkan menjadi alarm keras bagi instansi terkait agar lebih serius, transparan, dan profesional dalam menjalankan setiap proyek pembangunan infrastruktur, demi kepentingan dan keselamatan masyarakat luas.

Loading

Penulis : Arrie Haryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

K-OFPN Digugat di PHI Medan, Persidangan Masuki Agenda Pemeriksaan Saksi
Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang
Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis
Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang
Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya
Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan
Rektor UNIMEN Rombak Struktur Pejabat, Bidik Performa Kampus Makin Kompetitif
Sambut Usia Perak Kota Tasikmalaya, Kecamatan Bungursari Gelar Pesta Rakyat hingga Launching Inovasi BiVaSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:21 WIB

K-OFPN Digugat di PHI Medan, Persidangan Masuki Agenda Pemeriksaan Saksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB