Baru Seumur Jagung, Jalan AH Nasution Mangkubumi Mulai Berlubang, Kualitas Proyek Dipertanyakan

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pembangunan Jalan Provinsi AH Nasution pada ruas Mangkubumi–Singaparna yang rampung pada akhir Desember 2025 kini menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Proyek pengaspalan dan pembangunan drainase yang diharapkan menjadi solusi peningkatan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan itu justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan meski belum genap tiga bulan digunakan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik badan jalan mulai berlubang, sementara kondisi bahu jalan di beberapa segmen tampak belum tertata dengan baik.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama bagi pengguna jalan yang melintas setiap hari serta warga yang bermukim di sepanjang jalur tersebut.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap realisasi pekerjaan proyek tersebut.

Menurutnya, dalam proses pembangunan, pihak pelaksana sempat menjanjikan bahwa saluran drainase akan ditutup kembali dan difungsikan sebagai akses masuk ke rumah warga maupun jalan umum.

“Pada awalnya kami dijanjikan bahwa saluran drainase akan ditutup kembali dan bagian atasnya bisa dimanfaatkan sebagai akses ke rumah dan jalur umum. Namun hingga saat ini, banyak warga justru harus mengerjakannya secara mandiri karena belum ada penyelesaian dari pihak terkait,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat, karena selain harus menghadapi jalan yang mulai rusak, mereka juga dibebani biaya tambahan untuk memperbaiki akses lingkungan secara swadaya.

Sorotan lebih tajam datang dari Ketua Ormas Gapura, Tatang Suryaman—yang akrab disapa Tatang Toke. Melalui pesan video singkat yang diterima awak media pada Senin, 3 Februari 2026, Tatang menyampaikan apresiasi sekaligus kritik keras terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya secara pribadi mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Barat yang selama ini menunjukkan komitmen besar terhadap pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat. Namun sangat disayangkan apabila amanat tersebut tidak dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh pihak-pihak yang diberi kewenangan di lapangan,” ujar Tatang.

Ia menilai, kerusakan jalan yang terjadi dalam waktu singkat menjadi indikasi lemahnya kualitas pekerjaan. Menurutnya, hal tersebut tidak sebanding dengan anggaran dan harapan publik terhadap proyek strategis provinsi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Jalan AH Nasution yang belum berusia enam bulan sudah mengalami kerusakan. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua.

“Saya menilai pekerjaan proyek ini patut dipertanyakan kualitasnya, bahkan cenderung mencederai kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, sudah selayaknya Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi dan penyelidikan secara menyeluruh,” tegasnya.

Masyarakat kini berharap adanya respons cepat dan transparan dari pihak berwenang. Evaluasi teknis, perbaikan menyeluruh, serta pertanggungjawaban pelaksana proyek dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Jalan provinsi sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas warga seharusnya dibangun dengan standar kualitas tinggi dan pengawasan ketat.

Publik menunggu bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur tidak sekadar mengejar penyelesaian proyek, melainkan benar-benar menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Loading

Penulis : Arrie Haryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Resmi Dibuka, TMMD ke-129 Fokus Bangun Desa Parungponteng Tasikmalaya
Fenomena Situ Gede di Musim Kemarau, Hamparan ‘Karpet Hijau’ Jadi Wisata Dadakan
Polisi Diminta Dalami Dugaan Aktivitas Galian C Ilegal di Balik Kebakaran Hutan Bukit Condong Inhil
Tembok Lapas Bukan Penghalang: Warga Binaan Kendal Ukir Jejak Pengabdian
Viral di Medsos, Gadis Asal Bantarbolang Pemalang Kini Didampingi Unit PPA
Ada Payung Alami di Pemalang, Tempat Warga Ngadem saat Cuaca Panas
Naik Perahu Demi Edukasi, Polisi Bekali Pelajar Pulau Sebesi Lawan Narkoba dan Bullying
Kasus Proyek Fiktif Rp 400 Juta di Barito Timur Belum Ada Tersangka, Kinerja Penyidik Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:04 WIB

Resmi Dibuka, TMMD ke-129 Fokus Bangun Desa Parungponteng Tasikmalaya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:46 WIB

Fenomena Situ Gede di Musim Kemarau, Hamparan ‘Karpet Hijau’ Jadi Wisata Dadakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:15 WIB

Polisi Diminta Dalami Dugaan Aktivitas Galian C Ilegal di Balik Kebakaran Hutan Bukit Condong Inhil

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tembok Lapas Bukan Penghalang: Warga Binaan Kendal Ukir Jejak Pengabdian

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:08 WIB

Viral di Medsos, Gadis Asal Bantarbolang Pemalang Kini Didampingi Unit PPA

Berita Terbaru

Berita terbaru

Resmi Dibuka, TMMD ke-129 Fokus Bangun Desa Parungponteng Tasikmalaya

Sabtu, 18 Jul 2026 - 20:04 WIB