TASIKMALAYA, MNP – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan sosialisasi mengenai 12 standar pemeriksaan ibu hamil. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Aula Puskesmas Bantar, Jumat (17/07/2026).
Narasumber kegiatan sekaligus Bidan Puskesmas Bantar, Bidan Sinta Saraswati, S.ST., memaparkan bahwa saat ini terdapat pembaharuan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan Bidan Sinta, jika sebelumnya masyarakat hanya mengenal 10 standar pemeriksaan kehamilan, kini aturannya telah disempurnakan menjadi 12 poin standar kehamilan terpadu.
“Ada 12 poin standar pemeriksaan yang harus didapatkan oleh ibu hamil. Kalau dulu ada 10, sekarang yang terbaru ada 12 standar pemeriksaan kehamilan,” ujar Bidan Sinta.
Adapun ke-12 poin standar pemeriksaan tersebut meliputi:
– Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan.
– Pemeriksaan tekanan darah (tensi).
– Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mengecek status gizi.
– Skrining dan pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT).
– Pengukuran tinggi fundus uteri (rahim) untuk memantau pertumbuhan janin.
– Pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) untuk memastikan kondisi kesehatan bayi.
– Pemeriksaan laboratorium (cek hemoglobin, golongan darah, hingga tes triple elimination).
– Pemberian TTD (Tablet Tambah Darah).
– Tata laksana kasus (rujukan ke dokter spesialis bagi kehamilan risiko tinggi).
– Temu wicara atau Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan sesuai kebutuhan.
– Pemeriksaan Ultrasonografi (USG).
– Skrining pemeriksaan kesehatan jiwa.
Bidan Sinta juga mengingatkan agar para ibu hamil menghindari konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter. Selain itu, kondisi emosional ibu harus tetap terjaga stabil agar terhindar dari rasa cemas yang berlebihan.
Peran Penting Suami dan Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Bidan Sinta menekankan betapa krusialnya peran suami (suami siaga) selama masa kehamilan. Dukungan emosional dari suami, keluarga, dan lingkungan sangat memengaruhi kenyamanan ibu hamil.
“Dukungan suami sangat berpengaruh. Saat pemeriksaan, suami juga harus berperan aktif mengantar, ikut masuk ke ruang pemeriksaan, serta mengetahui hasil dan tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya,” tambahnya.
Senam Hamil dan Partisipasi Warga
Selain mendapatkan pemaparan materi, para peserta yang terdiri dari ibu hamil trimester satu hingga tiga ini juga diajak melakukan senam hamil bersama. Senam ini didesain dengan gerakan yang aman bagi semua usia kehamilan.
Manfaat senam hamil ini antara lain untuk mengurangi ketidaknyamanan seperti sakit pinggang dan punggung, melenturkan otot panggul agar tidak kaku, memberikan efek relaksasi, serta membantu mempermudah bagian terendah janin (kepala) masuk ke rongga panggul.
Kegiatan sosialisasi di Puskesmas Bantar ini dilaksanakan secara bergiliran setiap hari Jumat dengan membatasi kuota 20 orang per sesi.
Untuk hari ini, peserta yang hadir berasal dari Kelurahan Sukajaya, setelah sebelumnya dilaksanakan untuk warga Kelurahan Bantarsari dan Sukamulya.
Pesan untuk Ibu Hamil
Bidan Sinta berpesan agar setiap kehamilan direncanakan dengan matang dalam kondisi fisik yang sehat.
Jika calon ibu memiliki riwayat penyakit tertentu, disarankan untuk memulihkan kondisi terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan.
“Nikmati proses kehamilannya, dan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terstandar yang mampu memberikan pelayanan 12 poin tadi,” pesan Bidan Sinta.
“Perencanaan persalinan juga harus disiapkan sejak dini, jangan asal ‘bagaimana nanti’. Dengan dukungan maksimal dari suami dan keluarga, mudah-mudahan proses kehamilan hingga persalinan dapat dilewati dengan sehat, selamat, dan bahagia,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan