Tasikmalaya, MNP – Proyek pembangunan jalan A Nasution Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya dinilai asal jadi dan menghamburkan uang negara.
Indikatornya, aspal jalan tersebut sudah terkelupas dan berlubang, padahal baru satu bulan selesai dikerjakan. Namun kenyataannya aspal sudah terkelupas, sehingga terjadi lobang lobang.
Hasil pantauan MNP, kondisi aspal sudah terkelupas dan retak akibat diguyur hujan. Sementara informasi dari masyarakat setempat, bahwa jalan A Nasution Mangkubumi tersebut belum juga sebulan, tapi kondisinya sudah rusak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC Manggala Garuda Putih (MGP) Kota Tasikmalaya Lili Somantri SPd mengatakan, pengerjaan proyek peningkatan pengaspalan jalan tersebut di kerjakan oleh salah satu PT yang ada di kota Tasikmalaya.
“Pengerjaannya malam hari tanpa memakai papan informasi pula, alhasil bisa kita lihat sekarang,” ungka Lili, Selasa (13/09/2022).
Pihaknya dari MGP merasa kecewa, karena pengerjaanya diduga asal-asalan. sebab, baru saja satu bulan aspal sudah rusak, yang dikhawatirkan dengan kondisi seperti malah menjadi penyebab kecelakaan.
Senada, sekretaris DPC Manggala Garuda Putih Yudi Hernadi kecewa dengan hasil pengaspalan tersebut.
“Bila hasilnya seperti ini, kami sebagai penerima manfaat sangat kecewa dan tidak mau menerimanya, karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Yudi berharap, agar pihak terkait bisa meninjau lokasi jalan A Nasution dan segera memperbaiki, karena jalan tersebut masih dalam pemeliharaan dari pelaksanaan kegiatan, supaya uang rakyat jangan terbuang begitu saja.
“Kami mewakili masyarakat Mangkubumi berharap agar pemerintah bisa memperhatikan pengerjaan peningkatan jalan ini. Jangan hanya menghamburkan uang negara yang berimbas merugikan masyarakat banyak,” tegasnya.
Yudi mengaku prihatin dan sangat menyayangkan dengan hasil pekerjan proyek tersebut, pasalnya anggaran yang digelontarkan tidak sedikit.
“Sangat miris sebenarnya, karena uang pemerintah yang digelontarkan buat kepentingan umum, namun hasil pekerjaanya tidak memuaskan”, pungkas Yudi.
“Kami meminta Dinas Bina marga provinsi segera turun ke lokasi untuk segera memperbaiki, bila perlu memanggil pihak pemborong dan memberikan teguran,” tutupnya. (sn)
![]()









Tinggalkan Balasan