TASIKMALAYA, MmMNP – Ketua PAC Cisayong, Ajuh, menyatakan komitmennya untuk terus memajukan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), khususnya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Selain aktif dalam kepengurusan IPSI, Ajuh juga dikenal sebagai penggerak di Paguron Maung Bodas yang turut berperan dalam melestarikan seni bela diri tradisional pencak silat.
Menurut Ajuh , pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai saat ini perlu adanya perhatian serius terhadap keberadaan paguron-paguron pencak silat di Kabupaten Tasikmalaya agar tidak mengalami kemunduran, apalagi sampai punah.
“Harapan saya, paguron-paguron yang ada di Kabupaten Tasikmalaya bisa tetap eksis dan berkembang. Jangan sampai hilang ditelan zaman. Kita harus bersama-sama menghidupkan kembali semangat generasi muda untuk mencintai pencak silat,” ujar Ajuh, Kamis (26/03).
Ia juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian pencak silat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, Ajuh optimistis pencak silat dapat terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebagai bagian dari kepengurusan IPSI, Ajuh berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan pembinaan, pelatihan, serta event-event pencak silat di Tasikmalaya.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk lebih mengenal dan mencintai budaya bangsa.
Dengan semangat kebersamaan, Ajuh mengajak seluruh paguron di Kabupaten Tasikmalaya untuk bersatu dalam menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai identitas budaya yang membanggakan.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan