TASIKMALAYA, MNP – Kawasan Wisata Cipanas Galunggung menjadi saksi kemeriahan ajang Galunggung Silat Fest 2026 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (11-12/04/2026).
Perhelatan ini menjadi ajang pembuktian bakat bagi para pesilat muda sekaligus upaya nyata melestarikan warisan budaya leluhur.
Kegiatan Pasanggiri Pencak Silat ini merupakan prakarsa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya yang dikelola oleh pihak event organizer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 15 paguron (perguruan) dari wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.
Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 3 IPSI Kabupaten Tasikmalaya bidang Pertandingan, Oki Sunaryo, menjelaskan bahwa ajang ini diikuti oleh 104 peserta.
Para atlet berkompetisi dalam kategori usia dini, pra-remaja, hingga remaja dengan sistem pertandingan pemasalan.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Kemarin dibuka langsung oleh Bapak Bupati dan rencananya ditutup oleh Bapak Wakil Bupati,” ujar Oki saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Oki juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memberikan dukungan nyata, baik dari segi koordinasi maupun anggaran.
“Paguron-paguron di Kabupaten Tasikmalaya sangat membutuhkan suntikan bantuan pemerintah untuk memajukan dan membina atlet-atlet lokal agar bisa berprestasi lebih tinggi,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua IPSI Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2029, H. Rd. Eres Ruslil Aeres, SH., menyatakan rasa bangganya atas terselenggaranya Galunggung Silat Fest.
Menurutnya, event ini menjadi bukti bahwa pencak silat semakin digemari oleh masyarakat luas.
“Kegiatan ini menambah semangat sosialisasi kepengurusan IPSI yang baru. Kami merasakan adanya soliditas antar pengurus serta kolaborasi yang apik dengan PPSI. Ini adalah budaya yang patut kita lestarikan bersama,” ungkap H. Rd. Eres.
Ia juga menekankan bahwa dengan ribuan anggota yang tergabung dalam IPSI, potensi pencak silat di Kabupaten Tasikmalaya sangatlah besar.
Dirinya pun mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya serta dinas terkait.
“Kami berharap sinergitas antara IPSI, panitia, dan berbagai dinas dapat berkelanjutan. Idealnya, kegiatan seperti ini bisa dilakukan minimal satu atau dua tahun sekali secara rutin,” pungkasnya.
Dengan suksesnya Galunggung Silat Fest 2026, diharapkan muncul bibit-bibit atlet tangguh yang mampu mengharumkan nama Tasikmalaya di kancah nasional maupun internasional, sembari tetap menjaga nilai-nilai tradisi yang terkandung dalam pencak silat.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan