Barito Timur, MNP – Kepala desa Gumpa, menyayangkan lambannya perhatian para legislator DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim) atas adanya surat keluhan masyarakat pada 6 November 2023.
Pasalnya keluhan warga masyarakat terhadap aktivitas penambangan didekat pemukiman warga dan keruhnya sungai sumber air bersih bagi keberlangsungan hidup orang banyak belum direspon hingga saat ini.
Kepala Desa Gumpa, Imanuel mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Bartim, terkait keluhan warga terhadap aktivitas pertambangan PT TEI didekat pemukiman dan keruhnya air sungai yang biasanya warga desa Gumpa menjadi tempat mandi, cuci dan mengambil air bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada tanggal 6 November 2023 yang lalu sudah disampaikan surat dari desa, terkait keluhan warga Gumpa. Namun hingga saat ini belum ada respon,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (22/12).
Imanuel mengungkapkan bahwa dalam surat yang disampaikan, meminta para wakil rakyat yang duduk di DPRD Bartim bisa membantu warganya untuk mencari jalan keluarnya.
Sehingga aktivitas pertambangan yang beroperasional didalam wilayah desa Gumpa berjalan sesuai aturan yang berlaku dan dampaknya tidak banyak merugikan masyarakat.
“Kita rencananya minta difasilitasi dalam RDPU, dengan menghadirkan pihak perusahaan PT TEI. Namun sangat disayangkan hingga saat ini harapan kami belum terpenuhi,” ungkapnya.
Terpisah, salah seorang warga desa Gumpa, Ella menyayangkan lambannya respon para wakil rakyat terhadap surat keluhan masyarakat.
Para wakil rakyat merupakan representasi masyarakat yang duduk di lembaga terhormat di DPRD Bartim, seharusnya lebih dekat dengan masyarakat dan bisa merespon dengan baik setiap keluhan masyarakat.
“Apalagi yang dikeluhkan warga masyarakat desa Gumpa, menyangkut hak dan kepentingan dasar hidup,” katanya saat diwawancarai awak media ini.
Ella berharap agar bisa cepat merespon setiap aspirasi dan kepentingan masyarakat, dan bisa memfasilitasinya kepada teknis teknis terkait, bila ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan.
Sehingga jangan hanya ketika ada kepentingan politik saja, baru dekat dan merespon keluhan masyarakat.
“Tunjukkan saja, bila para wakil rakyat yang sudah duduk di DPRD Bartim sebagai wakil rakyat dan bisa memperjuangkan keluhan atau aspirasi masyarakat. Jangan ketika ada kepentingan politik baru respon cepat dan dekat dengan masyarakat,” tukasnya.

![]()
Penulis : Tim Redaksi









Tinggalkan Balasan