KDM Turun Gunung, Tuntaskan Polemik Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Ada pemandangan tak biasa saat kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke SMAN 11 Tasikmalaya.

Pria yang akrab disapa KDM ini memilih meninggalkan kemewahan mobil dinas dan beralih menunggangi sepeda motor demi merasakan langsung sensasi melewati akses jalan sekolah yang berbatu dan dipenuhi kubangan lumpur.

Melihat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut, KDM langsung memberikan kepastian di hadapan warga.

Ia berkomitmen untuk segera melakukan pembebasan lahan guna membangun jalan akses yang representatif bagi para siswa dan tenaga pendidik.

“Lahan untuk pembebasan jalan akan segera kita hitung luasnya, setelah itu pembangunan jalan langsung dimulai,” tegas KDM, yang seketika disambut riuh tepuk tangan dan rasa syukur warga setempat, Senin (04/05).

Bukan hanya urusan akses luar, KDM juga menaruh perhatian besar pada kenyamanan di dalam lingkungan sekolah.

Setelah meninjau mushola ikonik sekolah dan prasasti yang ada di sampingnya, ia masuk ke ruang kelas baru untuk berinteraksi dengan siswa.

Di sana, KDM menyoroti kondisi bangku sekolah yang dinilai kurang memadai. Menurutnya, sarana pendukung seperti furnitur kelas harus segera ditingkatkan agar suasana belajar-mengajar menjadi lebih berkualitas dan nyaman bagi siswa.

Langkah cepat Gubernur Jabar ini mendapat apresiasi penuh dari Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Ia mengaku bersyukur karena bantuan dari pemerintah provinsi ini akan sangat meringankan beban daerah dalam memeratakan kualitas pendidikan.

“Alhamdulillah, Pak KDM bergerak cepat untuk pembebasan lahan dan pembangunan jalan ini. Kami berharap realisasinya bisa berjalan secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Viman dengan nada optimistis.

Perbaikan akses ini diyakini akan mengakhiri penderitaan warga sekolah yang selama ini harus bertarung dengan jalan rusak setiap kali musim hujan tiba.

Loading

Penulis : Hendrik

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 
Wabup Pakpak Bharat Hadiri Pisah Sambut Kepala Kantor BPN, Ingatkan Keunikan Sistem “Sukit Ni Talun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:19 WIB

Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB