Tasikmalaya, MNP.com – Peringatan HAS (Hari Aids Sedunia) yang jatuh pada tanggal 1 Desember berlangsung di Taman Kota Tasikmalaya, Senin.(11/12/2022).
Diketahui, Kota Tasikmalaya merupakan salah satu daerah yang terkena imbas HIV AIDS dan menurut catatan ada sekitar 1.030 orang yang terpapar Virus mematikan ini.
Kegiatan ini di gelar Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) serta para komunitas yang peduli terhadap bahaya HIV AIDS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan ini merupakan puncak kegiatan HAS 2022 dari beberapa acara yang telah dilaksanakan, dengan mengusung tema “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri Aids, tujuannya bisa mencapai Three Zero yakni Zero Infeksi, Zero kematian dan Zero Diskriminasi.
dr. Uus Supangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menuturkan, acara ini digelar mandiri. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah bersama-sama mendukung peringatan HAS.
“Kedepan kita harus bergandeng tangan didalam menuntaskan permasalahan HIV AIDS di Kota Tasikmalaya. Perlu diketahui, sampai hari ini di Kota Tasikmalaya ada sekitar 1030-an yang terpapar HIV. Alhamdulillah juga bisa mengakses pengobatan,” tuturnya.
Selanjutnya kata Uus, target kedepan Dinkes yaitu akan menambah fasilitas pengobatan yang ada di Kota Tasikmalaya untuk bisa diakses.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa berjalan, tidak hanya di tiga Rumah Sakit saja, kita juga akan menambah delapan Puskesmas yang bisa diakses untuk penanggulangan HIV AIDS, mulai dari diagnosa, pengobatannya, konseling dan pengobatan lainnya,” jelas Uus.
Sementara itu, Ivan Dicksan Hasannudin Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dalam sambutannya menyampaikan, ia mendengar informasi jumlah yang terpapar virus HIV di kota Tasikmalaya yang terus terjadi penambahan kasus.
“Kabar ini tentunya menjadi suatu keprihatinan bagi kita semua, kami berharap semua melakukan upaya-upaya bersama dalam penanggulangan HIV AIDS di Kota Tasikmalaya bersama Dinas Kesehatan, dan bagaimana upaya bisa menekan angka pertumbuhan ini,” pinta Ivan.
Terpisah, Asep Ugar Ketua Umum BARAMATA salah satu pemerhati kondisi Kota Tasikmalaya yang selalu bekerja sama dengan pihak PKBI dan komunitas komunitas peduli terhadap HIV AIDS mengaku miris dengan kondisi Kota Tasikmalaya terkait kasus HIV yang selalu mengalami penambahan.
“Terkait penyebaran Virus HIV di Kota Tasikmalaya, saya sangat miris, apalagi notabene kota Tasik Kota Santri, perlu kerjasama para pihak bukan hanya Dinas atau stakeholder saja, tapi semua elemen masyarakat, karena masyarakat harus faham yang perlu di jauhi itu virusnya bukan orangnya,” pungkas Ugar. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan