Kasepuhan Guradog Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Aliansi Masyarakat Adat Internasional

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten, MNP – Dalam rangkaian acara dari perhelatannya, Tim Jurnalis Bogor Raya-Banten ngambil inisiatif secara spekulatif di lokasi acara dan mencoba buat mewawancarai Tokoh Adat Asing asli Equador.

Ya, seorang tamu bernama Juan Carlos Jintiach, yang turut hadir di acara pertemuan HIMAS (Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025, yang digelar Kasepuhan Guradog, Desa Curugbitung, Kab Lebak. Jum’at (8/8/2025).

Dirinya menuturkan, bahwa Equador dan Indonesia ini memiliki kesamaan dalam banyak hal. Sebagai negara tropis dengan kekayaannya yang melimpah, mulai dari hutan hingga keberagaman masyarakat adatnya.

“Equador Kami juga negara tropis, dari cuacanya yang sama, hutannya sama dan di keberagaman kelompok masyarakat adatnya sama juga. Equador pun memiliki beberapa kelompok dalam konteks masyarakat adat,” ungkap Juan Carlos, yang mewakili masyarakat adat Shuar Equador, di sela-sela kesibukannya dalam acara HIMAS di Lapangan Warga Guradog tersebut

Juan Carlos menambahkan bahwa, kunjungannya saat ini, merupakan yang ketiga kali untuk agenda serupa di Indonesia. Yang pertama di Papua, kedua kalinya di Bali dan yang sekarang wilayah Guradog di Banten.

Dalam kehadirannya di acara kali ini (HIMAS 2025: red) suatu bukti adanya solidaritas riil antar masyarakat adat level dunia, dengan masyarakat adat di Indonesia.

“Alasannya tentu keinginan untuk membuktikan tingkat solidaritas yang kuat, antar masyarakat adat di HIMAS yang menunjukkan sebuah penghormatan pada nenek moyang Kita semua, Hutan Kita semua, tradisi Kita dan Tanah Air Kita. Jadi intinya, adalah demi solidaritas itu,” ungkapnya tegas.

Perlu diketahui bersama, acara HIMAS berlangsung selama Tiga hari, dimulai Kamis 7 Agustus, hingga puncak acaranya itu pada hari Sabtu 9 Agustus 2025.

Perayaan tersebut pun ikut mengusung tema nasional (Republik Indonesia), yakni Memperkuat Hak Menentukan Nasib Sendiri, Jalan Menuju Kedaulatan Pangan Nasional.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sidang Kasus Cieunteung: Keluarga Korban Pembunuhan Minta Pelaku Dihukum Berat
Terima Catatan Strategis DPRD, Pemkab Pakpak Bharat Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan
Sidang Liang Saragi II Memanas: Keterangan Saksi Buka Celah Dugaan Maladministrasi dan Kepentingan Terselubung
Senyum Bahagia Warga Panglayungan, Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng 
Bolos Saat Jam Pelajaran, Polsek Banyuresmi Tertibkan Puluhan Pelajar “Nongkrong” di Pasar Banyuresmi
Peringati Hari Kartini, Kader Posyandu Kencana Panglayungan Bagikan MBG Sambil Berkebaya
Hadapi Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakornas Antisipasi Krisis Pangan
Nenek Curiga Korban Tak Haid, Polisi Ringkus Predator Anak di Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:08 WIB

Sidang Kasus Cieunteung: Keluarga Korban Pembunuhan Minta Pelaku Dihukum Berat

Selasa, 21 April 2026 - 18:39 WIB

Terima Catatan Strategis DPRD, Pemkab Pakpak Bharat Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan

Selasa, 21 April 2026 - 18:02 WIB

Sidang Liang Saragi II Memanas: Keterangan Saksi Buka Celah Dugaan Maladministrasi dan Kepentingan Terselubung

Selasa, 21 April 2026 - 15:23 WIB

Senyum Bahagia Warga Panglayungan, Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng 

Selasa, 21 April 2026 - 14:55 WIB

Bolos Saat Jam Pelajaran, Polsek Banyuresmi Tertibkan Puluhan Pelajar “Nongkrong” di Pasar Banyuresmi

Berita Terbaru