Aktivis Pemimpin Wanita Masyarakat Adat ini Suarakan Harapan Warga Papua

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten, MNP – Adalah Maria Kebar, aktivis pemimpin perempuan dari Suku Mpur, di Papua Barat Daya-Papua. Dalam acara HIMAS 2025 di Kasepuhan masyarakat adat Guradog, turut suarakan harapannya sebagai suara masyarakat adat di Papua, mengatakan pada media ini.

Menurutnya, jauh sebelum hari ini, mereka (para Pemuda-Pemudi dari Papua Wilayah Adat 3 : Bomberay), sudah melakukan gerakan ini, untuk memperingati serta mengikuti acara, dari Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 kali ini.

Menurut Maria, baginya segala kegiatan HIMAS ini sudah sejak lama dilakukan, karena itu dari warisan leluhurnya sejak dahulu kala. Meraka hidup dengan adat, hidup dengan Alam, hidup dengan Tanah, untuk menjaga Alam Raya, demi keberlangsungan hak hidup Anak Cucu nanti.

“Untuk itu gerakan seperti ini tidak boleh putus hanya sampai sini. Sangat penting untuk berkelanjutan, bukan hanya di Indonesia, namun harus ditularkan ke seluruh masyarakat adat se-dunia,” ungkap Maria.

Adat Kita mempertahankan tanah dengan manusianya, agar generasi penerus Kita tidak lupakan silsilah, tidak lupakan sejarah serta tidak terus tertinggal dalam apa pun, yang dapat membawa mereka kepada kemiskinan multi dimensi, termasuk kemiskinan pangan.

Terkait ritual di Kasepuhan Guradog, terus terang, Maria sangat antusias juga mengapresiasi. Hal itu luar biasa, semua teman-teman di Banten telah memulai, lebih khususnya lagi di Guradog.

“Bahkan mereka semua pun telah berupaya keras, serta berkelanjutan menjaga dan mempertahankan beragam estetika adat istiadat, serta tradisi sesuai peradaban di wilayahnya,” ungkapnya.

Maria rekan-rekan dari Papua semua, jelas sangat mengharapkan Negara Kita mau mengakui, Negara Kita memberikan ruang, Negara Kita memberi kesempatan, serta peluang terbaik yang seluas-luasnya, bagi semua masyarakat adat Indonesia, untuk mengelola Tanah dan Hutan nya sendiri.

Ya, dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat Indonesia menjadi Undang-undang di negeri Kita ini, sebagai satu payung hukum bagi Rakyat nya,” pungkas Maria.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Menteri Kependudukan Wihaji Kunker ke Sumut, Bupati Pakpak Bharat Titip Harapan Ini
Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK KBU Balubur Limbangan Garut Perkuat Persiapan SPMB
Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031
Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner
Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen
Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan
Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah
Bantu Warga Penderita Asma, Baznas Kota Tasikmalaya Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Nebulizer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:15 WIB

Menteri Kependudukan Wihaji Kunker ke Sumut, Bupati Pakpak Bharat Titip Harapan Ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:09 WIB

Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK KBU Balubur Limbangan Garut Perkuat Persiapan SPMB

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:52 WIB

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:22 WIB

Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen

Berita Terbaru