Ini Dugaan Penyebab Laka Dua Pemotor di Jalan Raya Gunung Galuga – Ciampea

Selasa, 16 April 2024 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Tertutupnya seseorang atau suatu kelompok ke khalayak diluar kelompoknya menjadi kesulitan menantang setiap pengakses informasi, yakni para wartawan saat mereka menjalankan tupoksinya.

Itu pula besi tempa terbaik bagi mereka untuk pembentukan karakter, penguatan mental, serta penajaman intuisi dan pengembangan wawasan di dalam mengemban professi jurnalisnya.

Kejadian tabrakan pemotor, di ruas jalan Gunung Galuga – Ciampea pada hari Minggu (7/4/2024) contohnya. Yang sebabkan seorang pemotor wanita luka serius di bagian kepalanya.

Dikabarkan saksi saat itu karena bertabrakan dengan pemotor lain di arah berlawanan, yang berupaya menghindari lubang di jalan tersebut (silakan lihat berita terkaitnya).

Kesan menutup informasi di dalam konteks kejadian tadi mungkin dimaksudkan, agar tak diketahui banyak pihak, tak ingin diperbincangkan di kalangan masyarakat luas, karena alasan tertentu.

Hal yang lumrah dan tidak salah memang, jika itu dinilai akan lebih baik, bagi semua pihak terkait kejadian tersebut.

Hal tersebut dibuktikan saat MNP bersama tim mencoba lakukan penelusuran lokasi, dan mencari tambahan info terkaitnya pada hari Jum’at (12/4/2024) kemarin.

Yang mana dari sekian banyak orang yang berhasil ditemui disekitar lokasi kejadiannya, hampir semuanya tidak bisa dimintai informasi oleh Tim MNP saat itu.

Akan tetapi jika diperhatikan ekspresi dari wajah mereka, jelas menyiratkan ketakutan yang kuat, sehingga mereka terpaksa berbohong kepada Tim MNP, dengan mengaku tak tahu kronologis kejadian tersebut.

Itu dinilai wajar buat meredam perasaannya di hadapan orang lain yang tak mereka kenali. Tim tidak putus sampai di situ, karena yakin akan ada orang lain di sekitar lokasi kejadian, yang siap memberikan informasi yang dibutuhkan Tim MNP.

Baru ketika hari menjelang senja, sekira pukul 17 WIB ketika hujan mulai mereda, di dekat perkebunan warga. Tim MNP bertemu dengan dua orang pemotor, keduanya mengaku habis panen sayuran dari kebun mereka.

Kebetulan mereka bersedia diajak berbincang, dan mau memberi jawaban beberapa pertanyaan yang diajukan Tim MNP terkait kronologi kecelakaan tersebut.

Menurut salah seorang dari mereka, sebut saja Maman (nama samaran). Sebelum terjadinya kecelakaan tadi, orang-orang di kebun-kebun sekitar lokasi tak ada yang melihatnya secara langsung bagaimana kejadiannya itu.

Sehingga tak ada yang tahu kronologi kejadian tersebut, selain suara kendaraan dari arah jalan. Termasuk suara- suara bising knalpot motor, yang sudah akrab di telinga warga sekitar saat di kebun.

“Kalau kronologis persisnya Kami gak ada yang tahu ya, selain suara-suara bising di jalanan, yang Kami anggap sudah biasa tiap hari begitu. Baru setelah terdengar ada suara benturan keras,” kata Maman.

Mereka pun berlarian dari dalam kebun ke arah jalan, untuk mencari tahu dan menolong jika ada yang kecelakaan. Ternyata benar, ada dua motor saling bersinggungan posisi sudah sama-sama terguling.

“Kami pun segera memberi pertolongan semampunya, karena melihat yang wanita itu berdarah-darah di kepala nya lumayan banyak keluar. Tapi kedua pemotor seperti saling kenal, dan keduanya tampak tengah menelepon seseorang yang Kami duga keluarga dari keduanya itu, Pak,” ujar Maman.

Tak lama berdatangan sekitar enam orang, dan ternyata benar itu keluarga mereka. Tak lama kemudian mereka membawa si wanita yang terluka itu, katanya sih mau dibawa ke rumah sakit, ke arah Ciampea sana.

“Kami kurang mengenalinya sih ya, juga tak sempat buat nanya siapa dan dari mana mereka berasal. Tapi lokasi kedua pemotor terduduk itu benar di sini Pak, di tempat Bapak berdiri itu,” kata Maman.

“Keduanya terduduk di situ dekat motor mereka yang masih tergeletak, sebelum akhirnya dijemput keluarganya,” jelas Maman bersemangat, sambil tunjuk kan titik lokasi dimaksudkan pada Tim MNP.

Dari sedikit penjelasan yang diuraikan Maman tadi, tidak bisa digambarkan kronologi serta penyebab sebenarnya dari kecelakaan tersebut.

Di sekitar lokasinya hanya ada satu titik jalan berlubang, di sebelah kiri jalan yang dari arah Ciampea, memanjang sekitar 2 meter serta lebar sekitar 50 cm.

Kondisi jalan lurus agak sedikit menanjak jika dari arah Ciampea. Tapi di Kiri-Kanan jalan dipenuhi rerimbunan semak belukar, sama sekali tak ada rambu Lalulintas dan Marka Jalan.

Meski tak bermaksud untuk menyimpulkan, dugaan kuat penyebab terjadinya laka itu antara lain. Pemotor wanita yang dari arah Cijujung tadi hendak menyalib kendaraan di depannya.

Lalu, si pemotor pria dari arah Ciampea berupaya menghindari lubang tepat di titik terjadinya tabrakan tadi, yang mana keduanya sama sama memacu kendaraan nya dalam kecepatan tinggi, hingga tabrakan tidak dapat mereka hindari.

Loading

Penulis : Asep Didi/Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid
Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal
Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia
Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 
Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?
Kader TPK Bungursari dan Sub Pos KB Harapkan Pencairan Insentif Lancar untuk BPJS
Pertamina dan Hiswana Migas Mangkir, Aliansi Lingkungan Desak DPRD Tasikmalaya Jadwal Ulang Audiensi SPBU
Keroyok Penjaga Pintu Perlintasan KA di Garut, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:06 WIB

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:31 WIB

Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:30 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:11 WIB

Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?

Berita Terbaru