Bogor, MNP – Tepat di samping bangunan pasar terbengkalai Laladon, beroperasi dua kios penjual beragam produk miras.
Ada satu lagi tak jauh dari kedua kios tersebut di jarak sekitar sepuluh meter, juga menjual produk serupa.
Menurut info dari beberapa orang warga sekitar pasar, yang meminta dirahasiakan segala identitasnya, ketiga Kios penjual Miras itu milik dari seorang berinisial (JS), yang sekaligus dikelola oleh keluarga besarnya sendiri di ketiga kios tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan operasinya pun tampak rapi, tampak leluasa melakukan transaksinya hingga disebut tak sentuh Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya dari kepolisian, baik wilayah hukum setempat, maupun dari pihak Polres diatasnya.
Lalu agak sedikit berjauhan, masih didepan pasar. Posisi tengah-tengah halamannya, beroperasi satu agen miras juga.
Bersebelahan dengan toko kelontong atau penjual produk retail, tetapi berbeda pemiliknya. Masih info dari para warga yang sama, kios agen miras tersebut dimiliki seseorang berinisial (HN).
Dan ternyata masih ada lagi satu penjual produk serupa, di bagian dalam lantai dasar dari pasar tersebut. Berbaur dengan deretan kios penjual beragam sayuran dan retail, relatif tersembunyi dan rapi.
Sepintas tampak lebih mirip kedai kopi pada umumnya, sementara sekarang belum dapat MNP ketahui siapa pemiliknya.
Perlu diakui, selain dari info warga sekitar tadi, tim MNP merasa kesulitan mendapat informasi akurat serta lebih lanjut, secara langsung dari pengguna kios (agen miras) tersebut, termasuk pelayan pelayan agen mirasnya tadi, yang terkesan cuek dengan kehadiran awak MNP, yang menunggu respons mereka.
Hal itu pun menjadi selaras, dengan info dari para warga yang menyatakan bahwa, si pemilik Agen Mirasnya (JS) tersebut diduga seorang wartawan.
Hal itu ditengarai dari mobil yang dikendarainya, yang dipasangi dengan stiker bertuliskan PERS saat mengirim barang dagangan ke kiosnya.

Warga di sekitar pun menduga tak tersentuh nya si Agen Miras tersebut oleh pihak aparat, mungkin karena Agen Miras tersebut diduga seorang wartawan.
“Itu sebabnya Bang, karena Kami sudah merasa resah, namun aparat berwajib dari Polsek setempat kesannya enggan, atau mungkin takut merazianya, apalagi hingga memberikan sanksi, kepada Bos Agen Miras itu mungkin karena si Bos nya wartawan Bang,” ucap sumber.
“Makanya kebetulan ni Kami ketemu Abang, sudah lama Kami ingin sampaikan hal ini pada Abang. Karena Kami yakin hanya Abang lah yang pasti berani, menindak lanjuti sumber penyakit bagi masyarakat ini, hemat Kami wartawan harus ditangani sesama wartawan lagi lah,” tegas salah seorang dari warga tersebut, berapi-api.
Dari pantauan awak MNP di lokasinya, memang tampak jelas betapa ramainya para pembeli miras di sana, yang bertepatan malam takbiran Idul Fitri, Selasa (9/4/2024) Sore, hingga Rabu dini hari jelang Shubuh (10/4/2024).
Diperkirakan bisa mencapai ratusan botol berbagai jenis dan merk miras, juga dalam kemasan plastik kiloan yang keluar dari ketiga Kios Agen Miras tersebut, yang dibeli para konsumen dalam satu malam itu saja.
Begitupun di kedua kios lain yang berbeda pemiliknya itu tampak leluasa, bebas serta aman, melakukan transaksi mereka, tanpa khawatir oleh kehadiran apalagi tindakan aparat penegak hukum.
Dan kesan itu tampak amat jelas saat muncul satu unit Mobil Patroli beratribut, dari salah satu Wilayah hukum Polsek. Yang hanya singgah sangat singkat di sekitar Kios Agen Miras tersebut dan berlanjut ke lampu merah (sekitar JP Appartment).
Tak diketahui apa saja yang dilakukan mereka di sekitar kios agen miras tersebut. Dan lagi-lagi, ini merupakan tantangan tugas yang berat bagi kalangan APH, khusus nya di wilayah hukum Polsek setempat, serta bagi Polres Bogor, untuk tidak pandang bulu apalagi terkesan tutup mata terhadap potensi dari penyakit sosial masyarakat di wilayah hukumnya.
Insan PERS dan masyarakat pasti siap bersinergi, membantu mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayahnya, demi penegakan hukum di Negeri ini.
Hingga ditayangkan berita, tim MNP masih akan terus melakukan verifikasi lebih lanjut, untuk mendapat info lebih lengkap dari beragam sumber yang berkompeten.
Juga berharap, APH wilayah setempat (khususnya pihak Kepolisian), itu proaktif dan kolaboratif dengan Jurnalis dalam mewujudkan Kamtib masyarakat. Sebagai wujud nyata bersinerginya Aparat Kepolisian RI dengan Insan PERS di NKRI.
![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan