Tasikmalaya, MNP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya melakukan aksi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, Rabu (18/06/2025).
Dikri Rizki Ramadhan Korlap aksi mengatakan, pihaknya memiliki seluruh kajian yang sudah dibahas dan tersampaikan sepenuhnya melihat TPA yang belum ada perubahan sama sekali sampai saat ini.
Namun HMI kecewa lantaran Wali Kota Viman Alfarizi Ramadan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deni Diyana tidak hadir saat massa menggelar aksi mengkritisi penanganan sampah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin mempertanyakan langsung fakta fakta dilapangan dari mulai sistem pengelolaan di TPA dan keseriusan dinas lingkungan hidup dalam mengelola TPA,
“Sudah jelas bahwasanya 13 hektar sampah ini mau diapakan, tanpa ada solusi dari dulu hanya perencanaan dan perencanaan tapi tidak ada hasil apapun,” cetus Dikri.
HMI meragukan aksi gerakan Viman sebagai wali kota yang katanya ingin serius menangani sampah, bahkan HMI sangat kecewa sekali wali kota dan kepala dinas lingkungan hidup yang tidak datang ke titik lokasi aksi.
“Kami sudah geram dan kecewa melihat TPA Ciangir, padahal PR mereka ini sangatlah besar sekali dan tidak boleh tinggalkan kewajibannya untuk mengelola TPA Ciangir,” tegas pria yang juga Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Tasikmalaya ini.
HMI membawa 8 tuntutan hasil daripada kajian yang sudah dikaji dan akan mengawal terus sampai ranah hukum.
Selain itu, HMI mengutuk keras wali kota Tasikmalaya agar secepatnya mereformasi birokrasi, terkhusus di Dinas Lingkungan Hidup, karena dosanya terlalu besar dengan kegagalan dalam tugas dan fungsinya.
“Ya, termasuk IPAL yang sampai saat ini belum di selesaikan, kompensasi yang jauh dari aturan serta tidak memprioritaskan fasilitas bangunan sekolah yang ada di wilayah sana (SD Ciangir Kota Tasikmalaya),” ungkap Dikri.
HMI mengaku sangat miris sekali ketika melihat TPA Ciangir yang sudah bertahun-tahun tak ada solusi sedikitpun, yang ada sampah malah makin menumpuk dan menggunung.
HMI menilai, mobil truck yang dianggarkan dari anggaran mobil dinas wali kota dan wakil wali kota bukanlah solutif dan dipandang alih isu yang ditutup.
Pasalnya, realitas di lapangan nyatanya penambahan armada truk hanya menjawab percepatan penarikan sampah, namun di TPA sampah nyatanya hanya langkah buang bukan malah di kelola.
“Ini pentingnya pemusnahan untuk mengurangi volume di TPA sampah, yang ada sampah semakin menumpuk, wilayah semakin meluas dan dampak yang lainnya segera hadir serta aturan yang dilarang semakin banyak,” jelas Dikri.
HMI akan menunggu dan mengawal terus menerus dalam jangka waktu 2 minggu ini !!! bagaimana keseriusan Pemerintah Kota Tasikmalaya, termasuk dalam mereformasi birokrasi dinas lingkungan hidup.
“Ketika tidak di indahkan kami akan membawa massa yang lebih banyak untuk datang ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan