Tasikmalaya, MNP – Masalah sampah di Kota Tasikmalaya seakan tidak pernah sepi dari isu minor dan terus menjadi perbincangan publik.
Ketua Umum MarpeL (Masyarakat Peduli Lingkungan), Erwin, mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya agar segera mengambil langkah serius dalam penyelesaian persoalan sampah.
“Kami minta Pemkot Tasikmalaya bertindak, khususnya di TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) Ciangir,” ucapnya, Jumat (03/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Erwin yang juga dikenal sebagai aktivis buruh dan lingkungan hidup menilai kondisi sampah di Kota Tasikmalaya sudah berada pada “stadium 4”.
Hal ini ia sampaikan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan yang menunjukkan tumpukan sampah semakin hari semakin mengkhawatirkan.
“Menurut survei, setiap hari sampah semakin menumpuk. Sampai hari ini pihak pemerintah daerah belum bisa menanggapi permasalahan ini dengan serius,” tegas Erwin.
Sementara itu, warga sekitar Ciangir, Cucu (30), menyampaikan aspirasinya agar pemerintah lebih memperhatikan pengelolaan sampah.
Menurutnya, sampah organik maupun nonorganik masih bisa didaur ulang sehingga memiliki nilai guna, seperti dijadikan pupuk.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum MarpeL, Maman Hendra, menyebut bahwa persoalan ini adalah masalah besar bagi masa depan Kota Tasikmalaya.
“Jika terus dibiarkan, dalam jangka 5, 10 hingga 15 tahun ke depan, Kota Tasikmalaya akan menghadapi persoalan yang jauh lebih serius terkait sampah,” ujarnya.
MarpeL pun meminta agar Wali Kota Tasikmalaya dan Dinas Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti masalah ini dengan langkah konkret.
Erwin menegaskan, jangan sampai penumpukan sampah di jalanan, TPS liar, maupun TPS sementara terus berlanjut tanpa solusi nyata.
“Kalau pemerintah daerah tidak serius, jangan harap Kota Tasik bisa menjadi kota resik. Kalau begini terus, bagaimana masa depan anak cucu kita? Apakah Kota Tasik ingin mendapat predikat Kota Sampah se-Jawa Barat?” pungkas Erwin dengan nada keras.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan